Cemarkan Nama Baik Oknum Wartawan, Kepala Desa di Subulussalam Dipolisikan

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sejumlah wartawan dan LSM dari berbagai media di Kota Subulussalam mendatangi Mapolres Aceh Singkil, Jumat (13/9). Mereka melaporkan oknum kepala desa di Kecamatan Rundeng yang diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap seorang wartawan.

Pencemaran nama baik itu disebarkan oleh oknum kepala desa melalui media sosial whatsapp dan Facebook. Korbannya yaitu Satria Tumangger, wartawan media kanalaceh.com yang dicemarkan nama baiknya oleh oknum kepala desa itu.

“Salah seorang oknum kepala desa di Kecamatan Rundeng telah memfitnah saya, menulis kata-kata kasar dan tak pantas di Grup WhatsApp dan juga di Facebook, yang lebih parahnya Ayah saya yang sudah meninggal juga turut dibawa-bawa,” kata Satria Tumangger saat dihubungi.

Ads

Tindakan oknum kepala desa itu disinyalir karena tak terima dengan pemberitaan di kanalaceh.com soal pengelolaan Dana Desa Suak Jampak yang terbit pada hari Rabu tanggal 11 September 2019 yang lalu.

Baca:Warga Pertanyakan Transparansi Anggaran Desa Suak Jampak

Padahal kata Satria, berita itu sudah berimbang, diperoleh dari narasumber yakni masyarakat Suak Jampak. Kemudian dikonfirmasi kepada kepala desa yang bersangkutan. Mestinya kata Satria, kalau ada yang salah dalam pemberitaan itu silahkan diklarifikasi. Padahal, kepala desa tersebut sudah membantah soal tudingan warga.

(ist)

Sementara itu, ketua Investigasi LSM LPLHI Subulussalam Ipong Munthe yang juga ikut melaporkan dugaan pencemaran nama baik itu, mengecam keras tindakan oknum kepala desa tersebut. Ia meminta kepada pihak kepolisian agar segera memproses oknum itu, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kedatangan sejumlah wartawan itu langsung disambut oleh Kasat Reskrim AKP Fauzi dan memerintahkan anggotanya untuk memproses laporan itu mulai dari membuat Laporan Informasi (LI) hingga selesai melaksanakan BAP. Laporan itu sudah diterbitkan kepolisian dengan nomor: LI-/XI/RES.2.5/2019/Reskrim tentang dugaan penghinaan di media sosial ITE. [Randi]

Ads