Tiap Malam Minggu, Camat di Kota Banda Aceh Gelar Razia Pelanggar Syariat Islam

(IST)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Mulai Sabtu malam, seluruh camat di Kota Banda Aceh menggelar razia pelanggaran syariat Islam dalam wilayah kecamatan masing-masing.

Melibatkan unsur Muspika, muhtasib dan pemuda gampong, razia mulai digelar jam 21:00 WIB hingga dini hari. Sasarannya mulai dari hotel, warkop, taman kota, hingga tempat-tempat umum lainnya.

Gebrakan para camat tersebut sontak mendapat apresiasi dari Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Ia pun meminta razia dimaksud terus diintensifkan guna mewujudkan Banda Aceh zero pelanggaran syariat Islam.

Ads

“Saya menyampaikan apresiasi kepada para camat yang telah menindaklanjuti instruksi wali kota untuk mengawasi pelanggaran syariat di wilayahnya masing-masing,” kata Aminullah, Minggu (27/10).

Ke depan, para camat juga diminta untuk menerapkan program serupa hingga ke gampong-gampong dengan melibatkan keuchik, aparatur, dan pemuda gampong. “Sehingga bukan hanya malam minggu, tapi setiap malam, 24 jam mari kita pastikan gampong kita bebas dari pelanggaran syariat,” ucapnya.

Menurut Aminullah, Banda Aceh zero pelanggaran syariat Islam menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab segenap elemen kota. “Walau bukan pekerjaan mudah mengingat Banda Aceh kota transito dan ibu kota provinsi yang menjadi tujuan banyak orang, tapi tak mustahil kita wujudkan,” ujarnya.

Bercermin dari beberapa kasus sebelumnya, mayoritas para pelanggar syariat berasal dari luar kota alias bukan warga Banda Aceh.

“Tinggal sekarang kita kuatkan filter dengan pendekatan preventif dan persuasif bagi setiap tamu atau wisatawan yang datang agar tidak melakukan pelanggaran syariat seperti khalwat, khammar, dan maisir di kota kita tercinta. Dengan dukungan dari seluruh masyarakat dan stakeholder terkait, saya yakin Banda Aceh zero pelanggaran syariat bisa kita wujudkan,” pungkasnya.

Camat Baiturrahman M Rizal mengatakan razia yang dilakukan pihaknya berlangsung serentak di sembilan kecamatan se-Banda Aceh. “Kita mulai dari jam 21.00 WIB hingga 2.30 WIB dinihari,” ungkapnya.

Untuk wilayah Baiturrahman sendiri yang berada di pusat kota, Rizal mengungkapkan dari hasil razia semalam tidak ditemukan adanya pelanggaran syariat. “Pak Wakil Wali Kota Zainal Arifin juga ikut memantau langsung operasi yang kami lakukan semalam. Alhamdulillah, Baiturrahman aman,” sebutnya.

Meski tidak mendapati adanya pelanggaran syariat, Rizal mengatakan pihaknya tetap memberikan imbauan kepada pemilik Warkop dan usaha lainnya agar senantiasa menjalankan usahanya dalam koridor syariat.

“Termasuk imbauan wali kota untuk menghentikan segala aktivitas muamalah menjelang azan berkumandang. Jadi razia semalam lebih bersifat preventif dan kita lakukan dengan cara-cara yang persuasif sesuai arahan dari Pak Wali,” demikian M Rizal. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Tengah (KANALACEH.COM) – Buntul Rintis, salah satu obyek wisata di Aceh Tengah, yang bisa jadi pilihan bagi kamu yang berkunjung ke dataran tinggi Tanah Gayo. Konsep yang ditawarkan obyek wisata ini, berupa pemandanagan dan spot berswafoto yang Instagramable. – Tak heran jika dua tahun terakhir, daerah penghasil kopi gayo ini gencar membangun wisata di area pegununguan. Dengan memanfaatkan pemandangan alam yang cukup indah, dengan view Danau Lut Tawar dan barisan perbukitan hijau yang ditanami pohon kopi. – Wisata Buntul Rintis di desain dari pinggir pegunungan. Pengunjung juga bisa memanfaatkan beberapa lokasi spot berswafoto dengan berbagai macam bentuk bangunan miniatur, yang telah disediakan pemiliknya, agar menjadi daya tarik pengunjung. – Seperti menaiki sepeda onta yang berjalan di atas tali, desain gambar kupu-kupu yang cantik, pintu rumah, kincir angin, sangkar burung dan beberapa batu besar yang telah dilukis dengan gambar lucu anime kartun doraemon. Kemudian taman bermain untuk anak bawah umur, juga tersedia. – Ditengah deretan spot berswafoto itu, pemilik membangun pondok dengan desain seperti gubuk petani. Pondok itu menawarkan aneka makanan dan minuman ringan. Tentunya, pengunjung juga bisa memesan kopi gayo untuk menghangatkan badan, karena hawa dingin dilokasi ini cukup terasa. – Saat berkunjung, sebagian pengunjung datang membawa anak, sebagian lagi hanya pasangan muda dan kalangan milenial yang menghabiskan sisi romantis pengunungan itu. – Obyek wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 08:00 – 19:00 WIB. Untuk menikmati setiap spot foto tidak dikenakan biaya seprsenpun. Hanya saja, untuk bisa naik sepeda onta yang berjalan di atas tali, pengunjung dibebankan biaya Rp 10 ribu. Sebab, pengunjung terlebih dahulu dibekali pengamanan yang ekstra ketat. – Sementara tarif masuk ke kawasan wisata ini, pengunjung hanya cukup membayar Rp5.000 per orang. Obyek wisata ini terletak di Desa Tensaren, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Atau 30 menit dari pusat Kota Aceh Tengah, Takengon. – – #aceh #bandaaceh #bireuen #pidie #pidiejaya #acehbesar #lhokseumawe #acehutara #acehtimur #langsa #acehtamiang #acehtenggara #gayolues #acehtengah

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on