BPBD Subulussalam Imbau Warga Waspadai Banjir

Banjir di Subulussalam. (Kanal Aceh/Satria Tumangger)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Banjir yang melanda beberapa desa di kecamatan Sultan Daulat, hari ini Jumat (1/11) Sungai Lae Souraya naik hingga menggenangi sejumlah wilayah, di hilir Sungai Lae Souraya yakni di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Air luapan Sungai Lae Souraya kini sudah menggenagi kolong rumah warga, hingga ke badan jalan diantaranya Desa Tualang, Panglima Sahman, Muara Batu-batu, Sibungke, Mandilam, Binanga, Sipeking Oboh dan hampir semua desa yang berdekatan dengan Sungai Lae Souraya.

“Pengguna jalan sudah mulai terganggu, air Sungai Lae Souraya sudah sampai ke badan jalan dan kolong-kolong rumah warga” kata Maulidin kepala Desa Sibungke.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam Nesal Putra mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Sultan Daulat dan Rundeng itu, adalah banjir kiriman dari Aceh Tenggara.

Ads

“Sampai saat ini belum ada korban terdampak banjir di Rundeng, namun melihat kondisi cuaca yang terus diguyur hujan, kita Imbau kepada masyarakat yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Lae Souraya agar waspada,” Kata Nesal Putra.

Baca: Banjir Kiriman Genangi Tiga Desa di Subulussalam

Pihaknya tetap terus memantau perkembangan debit air Sungai Lae Souraya dan dampak yang akan timbulkan akibat genangan air tersebut, seperti bibit penyakit.

Kepada masyarakat khususnya anak-anak kata Nesal, agar tidak mandi di sungai, dan kepada orang tua, lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan keluarganya.

“Mudah-mudahan kita di Subulussalam tidak ada bencana, dan tidak ada korban-korban,” harap Nesal. [Satria Tumangger]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dalam kurun Bulan Januari hingga Oktober 2019, tercatat 693 kali bencana melanda Aceh, dan kerugian akibat bencana itu mencapai Rp 125 Miliar. – Sementara enam orang meninggal dunia 31.612 jiwa serta 5.812 rumah terdampak bencana yang terjadi selama kurun waktu 10 bulan. Bencana kebakaran pemukiman masih mendominas,i yakni sebanyak 242 kali kejadiannya. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini sebanyak Rp 52 miliar. – Sementara itu, bencana yang paling banyak memakan korban terdampak adalah banjir genangan, banjir luapan, longsor dan banjir bandang yang merendam 4.997 rumah dan berdampak pada 29.613 jiwa. – Total kerugian dari seluruh bencana banjir genangan dan banjir bandang mencapai Rp33 miliar. Kemudian kebakaran hutan sebanyak 218 kali, angina putting beliung 93 kali dan gempa bumi 14 kali. – Semua bencana juga berdampak pada 23 sarana pendidikan, delapan sarana kesehatan , 18 sarana pemerintahan, 13 sarana ibadah. Berdampak pula pada 1,287 meter badan jalan, 11 jembatan, 247ruko dan 1 pasar. – Kebakaran masih menjadi bencana paling banyak terjadi, terutama kebakaran pemukiman. Kalak BPBA, Sunawardi, mengingatkan bahwa mencegah dan mengatasi kebakaran bukan hanya tanggung jawab Dinas Pemadam Kebakaran, masyarakat secara umum wajib ikut serta untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran. – “Bila ternyata api tidak mampu anda padamkan, utamakan keselamatan diri dan orang-orang yang ada di dalam gedung/bangunan dan segeralah minta bantuan kepada masyarakat sekitar,” kata Sunawardi… – -#Selengkapnya baca di www.kanalaceh.com – #aceh #bandaaceh #bireuen #pidie #pidiejaya #acehbesar #lhokseumawe #acehutara #acehtimur #langsa #acehtamiang #acehtenggara #gayolues #acehtengah #benermeriah #abdya #naganraya #acehbarat #naganraya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #simeulue #sabang #acehjaya #bencana

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada