Pembuat Video Soal Pengusiran Warga Non Pribumi di Aceh Ditangkap Polisi

Para pria yang menamakan diri ‘Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka (PKAD/AM)’. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Personel Polda Aceh menangkap dua pelaku pembuat video yang viral beberapa waktu lalu, terkait ancaman pengusiran warga non pribumi di Aceh.

Para pelaku yang menamakan diri ‘Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka (PKAD/AM)’ ini, ditangkap tim gabungan Satgas KKB di Desa Cot Raboh Baroh, Kecamatan Peusangan, Bireuen pada Kamis (7/11).

Kedua tersangka berinisial YIR (55) dan RD (55), keduanya warga Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Dalam video tersebut, YIR bertindak sebagai pimpinan.

Ads
Dua pelaku ditangkap polisi. IST

“Jadi kita mendapat laporan polisi model A bahwa tersang berada di kawasan Peusangan, sehingga kita lakukan pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono dalam konferensi pers di Mapolda Aceh.

Baca: Polisi Usut Video Meresahkan Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam

Adapun barang bukti yang diamankan antar lain, satu pucuk senjata api laras pendek rakitan, enam butir peluru, satu buah buku tabungan dan satu pasport.

Selain itu, satu kain sall warna hitam putih kotak-kotak, enam lembar bendera, satu buah pasang sepatu PDL, satu buah pisau, tiga belas buah celana loreng, sembilan belas baju loreng, dan dua buah surban motif hitam putih kotak-kotak.

Ery menjelaskan, hingga saat ini polisi masih mendalami motif pelaku membuat video tersebut. Demikian juga dengan empat pelaku lainnya, polisi masih melakukan pengejaran.

“Kita imbau empat pelaku lainnya segera menyerahkan diri, boleh ke polisi maupun tokoh masyarakat,” kata Ery. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Video berisi maklumat pengusiran warga yang bukan asli Aceh keluar dari Tanah Rencong viral di media sosial. Polisi masih menyelidiki pembuat video tersebut. – Video berdurasi 5 menit itu beredar pada Kamis (19/9) melalui WhatsApp Grup (WAG) dan media sosial. Dalam video tampak 6 orang berdiri, lima di antaranya menggunakan sebo. Sementara satu orang berdiri dengan wajah terlihat. – Pembicara dalam video mengaku video tersebut direkam pada 18 Muharram. Para pria yang menamakan diri ‘Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka (PKAD/AM)’ ini membuat video di dalam sebuah ruangan tertutup yang belum diketahui lokasinya. – Isi video intinya meminta warga yang bukan masyarakat Aceh untuk keluar dulu dari Tanah Rencong. Hal ini, katanya, mereka ingin menyelesaikan persoalan Aceh. Dalam video, mereka juga memberi batas waktu untuk keluar dari Aceh maksimal 4 Desember mendatang. Sang pembicara memperbolehkan warga luar Aceh kembali setelah persoalan Aceh selesai. – Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriono mengaku sudah mendapatkan informasi soal video tersebut. Namun dia belum memberikan keterangan lebih lanjut soal video tersebut. – “Nanti coba saya konfirmasi dulu,” kata Ery seperti dilansir laman detik.com. – Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum (DirReskrimum) Polda Aceh Kombes Agus Sartijo mengaku masih menyelidiki video tersebut. “Kita sedang lidik, (sedang kita) cari,” jelas Agus saat dikonfirmasi terpisah. #aceh #bandaaceh #pidie #bireuen #naganraya #langsa #acehutara #acehtimur #pidiejaya #acehselatan #abdya #acehjaya #lhokseumawe

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on