Banjir Bandang Hanyutkan 10 Rumah di Perbatasan Agara

(Dok. BPBA)
--Ads--
loading...

Kutacane (KANALACEH.COM) – Banjir bandang hanyutkan 10 rumah warga Desa Lau Pengulu, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Tanoh Karo, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (10/11) sore.

10 rumah warga itu hanyut karna arus banjir tersebut berbatasan dengan Lawe Pakam, Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), M. Asbi ketika dikonfirmasi kanalaceh.com minggu (10/11) mengatakan, diduga terjadinya banjir bandang karena tingginya curah hujan yang membuat daerah aliran sungai dari gunung di sana meluap.

Ads

Kata Asbi, Petugas BPBD Aceh Tenggara saat ini masih terus memantau pergerakan air di lokasi. “Wilayah Aceh Tenggara memang tidak terkena dampak banjir Sungai Desa Lau Pengulu Tanah Karo itu,” katanya.

Ia mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, karena intensitas hujan yang tinggi akan terus terjadi di wilayah itu. [Seh Amin]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Tamiang (KANALACEH.COM) – Program Ekowisata Ujung Tamiang merupakan program pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa merusak kelestarian lingkungan. Program ini diinisiasi oleh PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field bekerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSLI) dan didukung Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Aceh. Berawal dari isu pelestarian satwa Tuntong Laut, program ini kemudian berkembang kepada pengembangan kapasitas masyarakat dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Pusung Kapal. Kegiatan konservasi satwa langka Tuntong Laut sudah dimulai sejak tahun 2011 dan pada tahun 2017 Pertamina EP mulai mengembangkan program tersebut. Pendirian fasilitas sarana dan prasarana seperti Rumah Informasi Tuntong (RIT) dilakukan sebagai salah satu media bagi masyarakat untuk mengetahui mengenai satwa Tuntong Laut. Saat survei awal dilakukan kepada anak-anak sekolah di wilayah tersebut. Menurut YSLI lebih dari 80% siswa mengatakan tidak tahu tentang spesies Tuntong Laut. Hal tersebut tidak hanya disebabkan oleh kurangnya sosialisasi namun juga karena kebiasaan masyarakat di masa yang lalu dengan budaya ‘betuntong’ untuk mencari telur Tuntong menjadi panganan khas. Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com #aceh #acehbesar #bandaaceh #acehselatan #acehtengah #acehtimur #abdya #acehtenggara #laut #ekowisata #acehtamiang #tamiang #program #pemberdayaan #ekonomi #ysli #bksda #pokdarwis #tuntonglaut #betuntong

loading...

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads