Gara-gara Cabut Tanaman Tetangga, Ibu Ini Tega Seret Anaknya

(IG: AWT)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Seorang ibu yang berinisial NU (31) nekat menyeret anaknya yang masih berusia tiga tahun sejauh 15 meter dengan tangannya, di halaman rumah NU di Gampong Pie, Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.

Informasi yang diperoleh, kejadian yang direkam oleh warga itu sempat viral di media sosial Instagram. Kejadian itu terjadi pada Jumat (30/11).

Kapolsek Ulee Lheue AKP Ismail membenarkan adanya peristiwa itu. Saat ini NU sedang diperiksa oleh pihak kepolisian atas tindakannya tersebut.

Ads

“Pelaku melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara menyeret sejauh 15 menggunakan tangan nya sendiri dihalaman rumah milik pelaku,” kata Ismail saat dikonfirmasi, Minggu (1/12).

Ismail menyebutkan, NU melakukan tindakan tersebut karena kesal kepada anaknya, yang mengambil tanaman cabai milik tetangga yang tidak jauh dari rumahnya.

“Namannya anak-anak saat bermain mungkin mencabut bunga tetangga, melihat itu ibunya emosi dan langsung menganiaya korban,” jelas Ismail.

Dari keterangan pelaku, NU tinggal di Gampong Pie baru tiga bulan. Ia tinggal bersama kedua anaknya yang masih kecil. Sementara suaminya dinas di luar kota.

“Kita masih mencari jalan keluar terbaik atas perbuatan NU, kalau ditahan kasihan anaknya, ini masih menjadi pertimbangan kita,” ucap Kapolsek Ulee Lheue, AKP Ismail. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Sabang (KANALACEH.COM) – Kapal Pesiar MS Boudicca singgah dan melakukan kunjungan wisata di Kota Sabang, Aceh, Sabtu (30/11). Kapal berbendera Bahamas Nassau itu bertolak dari Phuket-Thailand membawa 543 orang wisatawan mancanegara dan 374 orang Crew, dijadwalkan bersandar selama delapan jam di Pelabuhan CT3 Badan Pengusahaan Kawasan Babas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Kedatangan kapal pesiar membawa wisatawan itu disambut oleh Plt Wakil Kepala BPKS Sabang, Islamuddin ikut didampingi oleh Depui Komersil BPKS Agus Salim, Kepala Unit Manajemen Pelabuhan Zulkarnaini Abdullah, Kadis Parbud Kota Sabang. Prosesi penyambutan juga disemarakkan dengan tarian tradisional Aceh ranup lampuan, dan tarian terlihat para wisatawan sangat mengagumi dan mengabadikannya budaya tarian tradisional Aceh. Para wisatawan kemudian turun dari kapal dan menyusuri Kota Sabang menggunakan becak roda tiga dan mobil, sebagian ada juga yang berjalan kaki, mereka berkunjung ke sejumlah destinasi wisata bahari dan heritage. “BPKS dan Pemerintah Kota Sabang berkomitmen dalam menargetkan kunjungan Cruise ke Sabang terus meningkat. Salah satunya dengan proaktif mempromosi detinasi Sabang ke sejumlah operator cruise, agar peningkatkan cruise tiap tahunnya terus bertambah,” kata Plt Wakil Kepala BPKS Islamuddin. Islamuddin menambahkan untuk peningkatan kunjungan tersebut pihaknya juga beberapa waktu yang lalu telah melakukan pertemuan dengan para operator kapal pesiar. Saat pertemuan IMT-GT Cruise Operator Business Forum di Sabang pada 17 Oktober 2019 lalu yang di hadiri oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Lanjut Islamuddin, dari Januari 2019, sampai 30 Nopember 2019 sebanyak 8 kapal pesiar sudah bersandar di Sabang, Aceh. Delapan kapal tersebut antara lain: MS Seabourn Soujourn, MS Seven Saes Mariner, MS Silver Discoverer, MS Albatros dan MS Europa, MS Azamara Quest, MS Seabourn Encore, MS Boudicca, dan pada Desember 2019 akan masuk 2 kapal lagi yaitu MS Marella Discovery, dan MS Seabourn Ovation. Selengkapnya di www.kanalaceh.com #acehbarat #acehtimur #aceh #acehbesar #acehsingkil #acehgayo #acehtenggara #acehtamiang #pelabuhan #kapalpesiar #wisatawanmancanegara #sabang #turis

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on