2 Bulan 642 Kasus, Ini Daerah Rawan Laka Lantas di Aceh

(Foto: Republika)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh merilis lokasi yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas di seluruh Aceh. Dari data yang diperoleh, ada lima daerah yang rawan kecelakaan.

Daerah tersebut yaitu, Banda Aceh, Bireuen, Pidie, Aceh Timur dan Aceh Besar. Dirlantas Polda Aceh juga menyebutkan, selama bulan Oktober 2019, ada 301 kasus kecelakaan. Sementara, di bulan November sebanyak 341 kasus.

“Bila kita bandingkan jumlah laka lantas bulan Oktober 301 kasus, Novomber 341 kasus, jadi ada kenaikan 13 persen,” kata Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani dalam keterangannya, Selasa (3/12).

Ads

Dicky menjelaskan, kejadian laka lantas yang sering terjadi menurut waktu adalah antara pukul 12:00 WIB – 18:00 WIB. Berdasarkan jam tersebut, selama bulan Oktober – November ada 230 kasus, dan mengalami kenaikan 40 persen di jam tersebut.

Sementara lokasi yang sering mengalami laka lantas yaitu di kawasan pemukiman, pusat perbelanjaan dan pertokoan. Faktor penyebab, kata Dicky, pengendara yang tidak tertib, lengah dan Lelah.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas dengan tidak melanggar batas kecepatan, rambu, marka jalan, traffic light dan melawan arus. Pastikan kondisi kesehatan tidak lelah atau mengantuk saat mengendarai kendaraan,” ujar Dicky.

Ia juga meminta pengendara mewaspadai musim hujan yang bisa mengakibatkan jalanan licin, berkabut dan banjir. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Berdasar data BPS 2019, angka kemiskinan Aceh berada pada urutan ke-6 secara nasional, yaitu 15,32% penduduk Aceh berada dalam kondisi miskin. Menurut Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin, angka tersebut sangat memprihatinkan. Kata dia, hal itu harus segera ditangani secara serius oleh Pemerintah Aceh. Dalam diskusi bersama ICMI Aceh, Minggu (1/12) di Baperis Banda Aceh, Taqwaddin juga memaparkan solusi untuk mengentaskan kemiskinan dalam perspektif pelayanan publik. Kata dia, pemenuhan kebutuhan dasar adalah indikator yang digunakan BPS Aceh dalam metodologi pengukuran kemiskinan. Mengacu pada metodologi tersebut, lanjut dia hasilnya, ternyata ada dua sebab utama mengapa Aceh Termiskin di Sumatera, yaitu masalah pangan (komoditi makanan) dan perumahan (komoditi bukan makanan). Ia berpendapat, jika sudah diketahui ada dua sebab Aceh termiskin, maka seharusnya akan mudah diberikan terapi untuk pengentasannya oleh Pemerintah Aceh, baik yang bersifat jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Terkait fakta dan data kemiskinan tersebut, Kepala Ombudsman RI Aceh, menyampaikan beberapa alternatif solusinya, yaitu untuk jangka pendek dan mendesak. Pertama, penuhi kebutuhan dasar pangan dan rumah bagi warga masyarakat miskin. Selengkapnya di www.kanalaceh.com #acehbarat #acehtimur #aceh #acehbesar #acehsingkil #acehgayo #acehtenggara #acehtamiang #rumah #miskin #fakirmiskin #bnatuan #dana #memprihatinkan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on