Camat Simpang Kiri Tertibkan Pedagang Liar di Subulussalam

(Kanal Aceh/Tumangger)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Camat Kecamatan Simpang Kiri, Rahmayani Sari Munthe bersama Danramil Simpang Kiri Mhd Musa, menggelar gotong royong di lapangan beringin kota Subulussalam, Jumat (20/12).

Camat Rahmayani Sari Munthe disela-sela kegiatan itu mengatakan, pihaknya siap mengikuti instruksi sekda Provinsi Aceh dalam program Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH).

“lapangan Beringin ini salah satu icon kota Subulussalam, juga merupakan lintasan, makanya tampilannya harus indah, nanti saya akan coba usulkan untuk rehab dan ganti cat pagar lapangan ini biar nampak lebih indah,” kata Camat Rahmayani.

Ads

Selain itu, ia bersama muspika dan perangkat desa di Subulussalam  juga menertibkan sejumlah pedagang liar yang berjualan di sepanjang jalan depan lapangan Beringin Kota Subulussalam.

Menurutnya, kehadiran pedagang di depan lapangan beringin itu sangat menggangu keindahan kota dan pengguna jalan raya, sehingga  pihaknya menyurati pedagang itu, akan dipindahkan ke tempat yang layak.

Ia juga menyampaikan akan memperbaiki taman kota di Desa Lae Oram, sehingga bisa menjadi tempat alternatif bersantai dilengkapi degan wahana permainan dan aneka jajanan.

Loket-loket angkutan penumpang juga, kata Rahmayani akan dikumpulkan dalam satu tempat yakni di terminal terpadu Subulussalam, sehingga orang yang datang dan hendak bepergian berpusat di satu tempat. [Tumangger]

 

View this post on Instagram

 

3.000 eks GAM Akan Berkumpul di Meureu Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sekitar 3.000 mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) akan menggelar pertemuan dan konsolidasi internal di Komplek Meureu, Aceh Besar atau di lokasi pemakaman Hasan Tiro, pada 23 Desember. Juru KPA, Azhari Cage, mengatakan, kegiatan ini hanya bentuk silaturahmi antar kombatan GAM, untuk memperingati dua agenda besar di bulan Desember, yaitu deklarasi GAM pada 4 Desember dan memperingati 15 Tahun Tsunami Aceh, pada 26 Desember. Pertemuan itu, kata Azhari, tidak terkait dengan agenda politik. Hanya, pertemuan biasa yang sudah lama diwacanakan, untuk para eks kombatan bisa bertemu kembali, setelah pasca damai GAM-RI. “Ini murni silaturahmi dan konsolidasi internal, tidak terkait dengan agenda politik. Ini langkah yang tepat untuk silaturahmi Ban Sigom Aceh tidak terkait dengan agenda macam-macam,” kata Azhari Cage saat dikonfirmasi, Kamis (19/12). Tujuan kegiatan ini, lanjut dia, untuk mempertemukan kembali para kombatan yang selama ini terpencar. Ia menilai alasan pemilihan tempat di Meureu, karena lokasi itu menjadi tonggak sejarah pertemuan pertama GAM dan tempat yang sakral. Undangan yang akan dipastikan datang berasal dari seluruh Komite Peralihan Aceh (KPA)/GAM dari tingkat pusat, daerah hingga kecamatan. Kemudian panglima wilayah, Inong Balee dan eks GAM Tripoli. Selengkapnya di www.kanalaceh.com #acehbarat #aceh #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #gam #kemerdekaan #sakr #mereu #kpa

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on