Pemerintah Aceh Dukung Keberlanjutan Eksplorasi Medco di Aceh Timur

(Dok. Pemerintah Aceh)
--Ads--
loading...

Aceh Timur (KANALACEH.COM) – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengapresiasi kehadiran PT Medco E&P Malaka di Aceh Timur, yang telah membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Aceh, khususnya Aceh Timur. Bahkan, sekitar 85 persen tenaga kerja perusahaan ini adalah putra daerah.

Dalam kunjungan kerjanya ke Central Processing Plant Block A, di Gampong Blang Nisam, Senin (23/12) Plt Gubernur berjanji akan mendukung keberlanjutan eksplorasi PT Medco E&P Malaka di Aceh Timur.

“Sebagai pemangku kebijakan, Pemerintah Aceh tentu akan mendukung keberlanjutan eksplorasi perusahaan PT Medco Energy di Aceh Timur, karena kehadiran perusahaan ini telah memberikan imbas positif bagi masyarakat sekitar. Bahkan Pak Ronald Gunawan selaku Presiden Direktur perusahaan ini menyebutkan, bahwa 85 persen tenaga yang dipekerjakan di sini adalah putra daerah Aceh. Ini tentu menjadi salah satu bukti dari imbas positif kehadiran investasi,” ujar Nova.

Ads

Nova juga menjelaskan, sesuai arahan Presiden RI, Indonesia harus membuka pintu dan memberikan kemudahan bagi semua pihak yang ingin berinvestasi, karena investasi akan berimbas pada serapan tenaga kerja mengurangi angka kemiskinan.

“Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, maka tidak ada kata tidak, Pemerintah Aceh tentu akan mendukung penuh setiap bentuk investasi yang memberikan kebaikan bagi masyarakat Aceh. Apapun bentuk investasi yang masuk dan memberikan kebaikan bagi rakyat banyak, maka harus kita dukung. Saya yakin seluruh stakeholder mendukung hal ini,” kata Nova.

Plt Gubernur mengungkapkan, contoh investasi yang sehat adalah yang memberi imbas positif bagi denyut perekonomian masyarakat. Menarik tenaga kerja dan membuka potensi ekonomi lain di sekitarnya.

“PT Medco Energy berhasil melakukan hal tersebut, menyerap tenaga kerja lokal dan membuka potensi ekonomi lain, seperti perhotelan, rumah makan, warung-warung, dan lain sebagainya. Ini tentu sangat baik dan sangat mendukung upaya Pemerintah Aceh menekan angka pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan,” ujar Nova.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Medco E&P Malaka Ronald Gunawan menjelaskan, saat ini perusahaannya mengelola 3 lapangan gas di Blok A, yaitu di  Alur Siwah, Alur Rambong dan Julu Rayeu.

“Kita mulai bekerja pada November 2015. Tepat 28 Agustus 2016, mulai mengalir gas pertama. Sumur Alur Siwah dan Alue Rambong merupakan sumur produksi utama di Blok A ini.

Ronald menambahkan, keberhasilan Medco E&P mengelola Blok A tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Oleh karena itu, Ronald berkomitmen untuk terus terus menjalin hubungan dan kerja sama dengan kedua instansi tersebut serta pemangku kepentingan lain.

“Perusahaan kami juga berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam upaya meningkatka perekonomian masyarakat dengan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan menjahit bagi ibu dan remaja, pertanian SRI organik, tanaman obat organik, bedah rumah kurang layak huni, Rumah Pemberdayaan serta pembangunan sarana dan prasarana fisik lainnya,” imbuh Ronald.

Ronald Gunawan juga mengapresiasi kunjungan Gubernur Aceh, Bupati Aceh Timur, Kepala BPMA dan rombongan ke CPP,  serta dukungan Pemerintah selama ini, sehingga aktivitas operasi dapat berjalan lancar.

“Dukungan dari para pemangku kebijakan di Aceh menjadikan suntikan semangat bagi Medco E&P dalam melaksanakan tugasnya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” pungkas Ronald Gunawan.

Kunjungan Plt Gubernur beserta rombongan ke Blok A PT Medo E7P Malaka bertujuan untuk meninjau pengelolaan lapangan gas Blok A yang menjadi prioritas penting sumber energi gas dan kondensat di Aceh. Didampigi oleh seluruh unsur pimpinan PT Medco E&P Malaka, Plt Gubernur juga berkesempatan masuk ke lokasi eksplorasi dan ruang kendali di dalam komplek CCP.

Di ruang kendali, Nova sempat berdialog dengan para petugas di ruangan tersebut. Plt Gubernur bahkan merasa bangga, karena seluruh petugas di ruang kendali CCP ternyata putra asli Aceh. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Besar (KANALACEH.COM) – Tiga ribuan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berkempul di Meureu, Aceh Besar, Senin (23/12), untuk menjalin silaturahmi antar sesama GAM. Mereka, juga mengibarakan bendera bulan bintang. Kali ini, bendera bercorak merah hitam itu bukan hanya berkibar satu. Tetapi, hampir semua yang datang membawa bendera ‘sakral’ GAM tersebut. Bahkan bendera yang masih dilarang pengibarannya oleh Pemerintah Indonesia itu, di kibarkan di depan puluhan anggota TNI dan Polri yang berjaga dilokasi. Mantan Panglima GAM, Muzakkir Manaf menyebutkan, bendera tersebut sebanarnya sudah tidak ada masalah. Sebab, sudah mendapat persetujuan dan sudah memiliki payung hukum. Namun, Pemerintah Indonesia belum juga menyetujui. “Mudah-mudahan tidak ada yang marah, karena para aparat mungkin bendera ini jadi bomerang, tapi bendera ini adalah bathin orang Aceh yang belum terlaksana,” kata Muzakkir Manaf atau yang akrab disapa Mualem dihadapan ribuan eks GAM. Ia menyebutkan, pihaknya akan berupaya agar bendera bulan bintang ini bisa berkibar di langit Aceh, tanpa adanya larangan dari aparat keamanan. Selengkapnya di www.kanalaceh.com #acehbarat #aceh #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #gam #benderaaceh #aparat

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads