BKPSDM Aceh Singkil Gelar Simulasi CAT CPNS

Begini alur seleksi CPNS 2018
Seorang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berdoa sebelum dimulainya tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) di Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, 21 Oktober 2017. (Tempo)
--Ads--
loading...

Singkil (KANALACEH.COM) – Panitia seleksi daerah BKPSDM Aceh Singkil bersiap menggelar ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tanggal 27-30 Januari 2020 d Aula Dinas Kesehatan setempat.

Pelaksanaan ujian setiap hari terbagi kedalam 4 sesi, setiap sesinya terdiri 100 peserta. Total peserta sebanyak 1604.

Guna mendukung pelaksanaan ujian CPNS, pada Sabtu tanggal 25 Januari 2020, dilakukan simulasi computer assisted test (CAT) dan tryout bagi peserta.

Ads

“Untuk fasilitas ujian ini sudah kita lengkapi berupa computer client, metal detektor, tv live untuk melihat hasil ujian dan fasilitas pendukung lainnya,” kata Kepala BKPSDM Ali Hasmi.

Dalam simulasi CAT, peserta akan dihadapkan dengan 100 soal yang terbagi 3 item; Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Inteleginsi Umum dan Tes Karakteristik Pribadi yang dikerjakan dalam waktu 90 menit.

“Simulasi CAT akan diikuti oleh sebanyak 323 peserta, setiap sesi 100 peserta tak terkecuali sesi keempat hanya 23 peserta, peserta cukup membawa kartu tanda pengenal dan nomor ujiannya saja.” kata Kassubid Formasi dan Pengadaan Aparatur, Saddam Ihya Ulumuddin di Aula Dinas Kesehatan, Sabtu (25/1).

Kegiatan simulasi ini dilakukan juga untuk membantu pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019. Sehingga, mereka dapat lebih siap dalam menghadapi pelaksanaan tes.

“Selain itu juga sebagai ujicoba fasilitas ujian guna meminimalisir kelemahan,” ungkap Saddam. [Khadafi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kehidupan masyarakat Tionghoa di Banda Aceh, Aceh, sudah sejak lama, bahkan mereka sudah ada pada masa kerajaan Sultan Iskandar Muda memimpin Aceh. Menurut sejarah, hubungan antara Aceh dan China terjalin sejak abad ke-17 Masehi. Saat itu para pedagang dari China silih berganti datang ke Aceh. Mereka ada pedagang musiman, ada juga yang permanen. Mereka tinggal di perkampungan China di ujung kota dekat pelabuhan. Rumah mereka berdekatan satu sama lainnya. Lokasi yang dulu digunakan etnis China sebagai tempat menurunkan barang sebelum didistribusikan kini dikenal dengan nama Peunayong. Ads Peunayong disebut juga sebagai Cina Townnya Aceh. Dilokasi ini berdiri empat Vihara, yaitu Vihara Dharma Bhakti, Maitri, Dwi Samudera dan Vihara Sakyamuni. Diantara itu, Vihara Dharma Bhakti merupakan yang tertua. Vihara Dharma Bhakti yang bercat putih ini masih berdiri kokoh diantara pertokoan di Jalan T Panglima Polem, Banda Aceh. Dua patung naga ditaruh diatas atap depan. Dan dibelakang bangunan ini terdapat pusat studi bagi mereka yang berethnis Tionghoa. Ketua Vihara Dharma Bhakti Yuswar menyebutkan, Vihara ini sudah ada sejak Tahun 1878. Dulu letaknya bukan di Peunayong, melainkan di pesisir Pantai Cermin, Ulee Lheue Banda Aceh. “Vihara sudah ada di Pantai Cermin di Ulee Lheue, jadi itu dari tahun 1878 sudah ada vihara itu, baru dipindah ke Peunayong,” kata Yuswar saat ditemui di Vihara Dharma Bhakti, Selasa (5/2). Namun, karena alasan keamanan Vihara Dharma Bhakti ini dipindah ke Peunayong, karena lokasi pertamanya dibangun tidak aman karena perang dunia sedang berkecamuk. Dan Vihara ini hancur terkena bom oleh sekutu. Sehingga Vihara Dharma Bhakti dipindahkan ke Peunayong pada Tahun 1936. “Pada tahun 1936 dipindah ke Peunayong agar lebih aman, karena waktu itu perang dunia kedua sedang berlangsung,” sebutnya. Selengkapnya di www.kanalaceh.com #acehbarat #aceh #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehutara_lhokseumawe #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #abdya #bna #peunayong #napaktilas #vihara #cina #imlek #perangdunia #viharadharmabakti #tionghoa

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on