Mahasiswa Aceh di Wuhan Dikirim Lagi Rp 50 juta Untuk Logistik

Pemerintah Aceh kembali mengirim bantuan dalam bentuk uang ke masiswa Aceh di wuhan, China. (Kanal Aceh/Rino)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Untuk memenuhi logistik para mahasiswa Aceh yang masih tertahan di Wuhan, China akibat virus corona, Pemerintah Aceh kembali mengirim bantuan dalam bentuk uang, sebesar Rp 50 juta.

Bantuan itu yang kedua kali diberikan Pemerintah kepada para mahasiswa yang berada di Wuhan.  Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan, biaya tersebut diharapkan dapat membantu 12 mahasiswa asal Aceh yang menetap di sana.

“Ini merupakan tahap kedua dikirim, sebelumnya sudah dikirim oleh Plt Gubernur langsung juga Rp 50 juta,” kata Alhudri dalam konferensi pers di Dinsos Aceh, Banda Aceh, Rabu (29/1).

Ads

Baca: Ini 12 Daftar Mahasiswa Asal Aceh di Wuhan
Pihaknya fokus memberi perhatian kepada 12 mahasiswa Aceh yang masih tertahan di Wuhan. Selain itu, Pemerintah Aceh setiap saat juga memantau perkembangan terkini mereka Wuhan.

Berdasarkan percakapan dirinya dengan salah seorang mahasiswa Aceh di Wuhan, mereka saat ini dalam keadaan sehat. Selain itu, mereka juga tampak semangat saat melakukukan komunikasi.

“Ini masalah kemanusiaan dan akan terus dibantu serta tidak ada batasnya,” ujar Alhudri.

Mengenai masalah pemulangan 12 mahasiswa tersebut, Alhudri belum bisa memastikan karena seluruh akses transportasi di Kota Wuhan masih ditutup.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan KBRI dan Kemenlu RI untuk mengetahui perkembangan terkini.

“Kemarin kita sudah melakukan komunikasi tersebut. Tentu ini upaya negara kita, kami tetap juga memohon, tolong evakuasi bagaimana caranya,” ungkapnya. [Rand]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Mahasiswa Aceh yang berada di Wuhan, China saat ini masih bertahan di tempat tinggal masing-masing. Kondisi mereka saat ini juga baik-baik saja, dan tidak ada yang terdampak virus corona yang mewabah di Wuhan. Apalagi saat ini Pemerintah Aceh sudah menetapkan siaga 1 dan membuka posko untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam mengambil sikap yang diperlukan dalam membantu warga Aceh, yang masih tinggal di Kota Wuhan, atau kota-kota lainnya di Tiongkok. Seorang mahasiswa asal Aceh di Wuhan, Alfi Riyan mengatakan, keadaan mereka saat ini masih dalam kondisi baik. Meskipun, harus berkurung di dalam rumah. Pemerintah Aceh, kata dia juga sudah mengirim bantuan dalam bentuk uang, agar mahasiswa disana membeli makanan yang higienis. Baca: Ini 12 Daftar Mahasiswa Asal Aceh di Wuhan “Kita dalam keadaan stabil, dalam artian kita bertahan diri di kamar,” kata Alfi, Minggu (26/1). Pemerintah Aceh, lanjut dia terus mensupport dan memberi bantuan, untuk memesan makanan yang higienis. “Saat ini yang paling berdampak, kita telah menerima bantuan awal Rp 50 juta dan sudah kami terima langsung dari Pemerintah Aceh melalui bapak Nova,” ujarnya. Pemerintah Aceh juga sudah membuka dua Posko Siaga Wabah Virus Corona Wuhan, di China, masing-masing di Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Banda Aceh, dan di Kantor Penghubung Aceh di Jakarta. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, sesuai arahan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah,. Posko siaga itu untuk meningkatkan koordinasi antarlembaga dalam mengambil sikap yang diperlukan dalam membantu warga Aceh yang masih tinggal di Kota Wuhan, atau kota-kota lainnya di Tiongkok. “Anak-anak kita di Kota Wuhan maupun yang masih di kota-kota lainnya di China bisa mengabarkan kondisinya, dan begitu kondisi memungkin mereka segera kita fasilitasi pulang ke Aceh,” kata pria yang akrab disapa SAG. [Randi] #aceh#acehbarat #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehutara_lhokseumawe #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #bandaaceh #abdya #china #virus #viruscorona #obat #antivirus #hiv #membunuh #korban #penyakit #pusat #tablet #NHC #pasien #beijing #bantuan #wuhan #tiongkok #mahasiswa

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads