56.232 Siswa di Aceh Terima Beasiswa PIP

(ist)
--Ads--
loading...

Aceh Besar (KANALACEH.COM) – Sebanyak 56.232 siswa SD, SMP, SMA dan SMK di Aceh mendapat beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2019.

Jumlah itu disebut saat penyerahan secara simbolis beasiswa PIP di SMK 1 Masjid Raya, Neuheun, Aceh Besar oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, Selasa (4/2).

Dyah Erti dalam penyerahan beasiswa itu turut didampingi Aidil Mashendra, Tenaga Ahli Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya, yang merupakan pengusul beasiswa tersebut. Selain itu juga hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Silahuddin, serta sejumlah anggota DPRK Aceh Besar.

Ads

Aidil Mashendra menjelaskan, dari 56.232 siswa penerima beasiswa PIP di seluruh Aceh, sebanyak 7 ribu lebih di antaranya merupakan para siswa SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Aceh Besar.

Aidil menyebutkan, detail jumlah siswa penerima beasiswa PIP 2019 untuk Kabupaten Aceh Besar yakni, SD sebanyak 3.709 siswa penerima,  SMP sebanyak 1.792 siswa penerima, SMA 1.592 siswa penerima dan SMK 909 siswa penerima.

Beasiswa yang diusulkan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu disalurkan melalui Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada nomor rekening siswa.

Besaran nominal beasiswa yang diterima para siswa bervariasi, yakni Rp460 ribu untuk siswa SD, SMP Rp750 ribu, SMA dan SMK Rp 1 juta.

Namun, besaran angka tersebut hanya berlaku bagi siswa kelas dua dan tiga. “Sedangkan untuk para siswa kelas satu akan menerima setengah dari nominal tersebut,” jelas Aidil.

Aidil juga mengakui tidak semua siswa menerima beasiswa PIP tersebut. Menurutnya ada berbagai alasan sehingga terdapat siswa di Aceh yang gagal memperoleh beasiswa PIP.

Di antara permasalahan tersebut yaitu para siswa pemohon beasiswa PIP telah menerima beasiswa reguler dari program sekolah. Selain itu juga disebabkan kesalahan pengisian data. “Ada juga yang salah menuliskan data sehingga beasiswanya tidak keluar,” katanya.

Sementara itu, Dyah Erti dalam penjelasannya di hadapan seribuan wali murid yang hadir mengatakan, Beasiswa tersebut hendaknya dipergunakan untuk meringankan biaya pendidikan siswa.

“Orang tua tolong mempergunakan beasiswa ini untuk keperluan anak-anak sekolah. Untuk beli baju, beli buku, tas dan keperluan sekolah lainnya,” ujar Dyah.

Dyah juga mengatakan, beasiswa tersebut akan membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagaimana dicita-citakan Pemerintah Aceh melalui program Aceh caroeng.

Karena itu, Dyah mengapresiasi langkah Teuku Riefky Harsya yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh. [Fahzian/rel]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – 32 nelayan asal Aceh Timur, Provinsi Aceh hingga kini masih di tahan pihak otoritas laut Thailand sejak 21 Januari 2020. Mereka diduga terseret arus hingga hanyut ke perbatasan laut negara India dan Thailand. 32 nelayan itu awalnya berangkat menggunakan dua kapal yaitu KM Perkasa Mahera dan KM Voltus. Kini, mereka berada di Pangkalan Angkatan Laut Wilayah III Tap Lamuk Provinsi Phangnga, Thailand. Adapun anak buah kapal (ABK) yang berada di dua kapal ini ialah Munir (narkoda), Ibrahim (KKM), Saiful, Khairul, Nanda, Ikbal, M. Yunus, Nurdin, Dona, Iskandar, Rijal, Adi, Ishak, Munzir, Nurdin, Midi, Edi, Munir, Firman, Pendi, Adi, Aris, Abdul Hadi, Andi, Saleh, M Jamil, Adi dan Mawardi. Anggota DPR Aceh asal Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk tidak mengabaikan nasib 32 Nelayan Aceh yang ditahan di Thailand. Menurutnya, hampir dua pekan lebih advokasi pihak pemerintah Aceh terhadap 32 nelayan ini masih nihil. Hal itu, kata dia berbanding terbalik dengan advokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh terkait mahasiswa Aceh yang di Wuhan. “Perhatian dari Plt Gubernur terhadap 32 nelayan Aceh yang ditahan di Thailand sangat kurang. Ini berbanding jauh dengan perhatian yang ditunjukan ke mahasiswa Aceh di Wuhan,” kata Iskandar Usman saat dikonfirmasi, Selasa (4/2). Iskandar berharap Pemerintah Aceh tidak abai dengan nasib nelayan Aceh yang kini ditahan di Thailand. Sejauh ini, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kementrian Luar Negeri pada (22/1) lalu. Namun, tidak ada tanggapan. Setidaknya, kata dia ada perhatian yang sama seperti yang ditunjukan kepada mahasiswa di Wuhan. “Kita berharap seluruh ABK yang ditahan segera mendapat pendampingan dari Kemlu. Agar mereka yang ditahan ini bisa segera dipulangkan ke Aceh. Karena mereka melintasi batas laut bukan karena sengaja tapi karena hanyut dan terseret arus,” ujarnya. [Randi] #aceh #acehbarat #acehtenggara #acehutara_lhokseumawe #acehsingkil #acehtamiang #acehgayo #acehtimur #acehbesar #acehselatan #abdya #nelayan #hanyut #terseretarus #terdampar #kapal #nelayanaceh #thailand #dipulangkan

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada