Bertemu Dubes Uni Eropa, Wali Nanggroe Sebut MoU Helsinki Belum Sepenuhnya Terealisasi

(Foto: Antara)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Al Haytar mengadakan pertemuan khusus dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, dalam misi menyampaikan perkembangan terkait implementasi perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia.

Kedatangan Wali Nanggroe dan rombongan di Kedutaan Besar Uni Eropa di Jakarta, disambut langsung Dubes Uni Eropa Vincent Piket didampingi Political Advisor Laura Beke.

“Padahal, sudah masuk 15 tahun perdamaian Aceh, namun implementasi perjanjian damai belum sepenuhnya terimplementasi,” kata Wali Nanggroe kepada Dubes Uni Eropa terkait implementasi MoU Helsinki, Rabu (19/2).

Ads

Pada pertemuan berlangsung di Kedutaan Besar Uni Eropa, Menara Astra, Jakarta, Wali Nanggroe didampingi oleh para petinggi KPA yaitu H Muzakir Manaf atau Mualem.

Kemudian, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Ketua KPA wilayah Bireuen Darwis Djeunib, dan Juru Bicara KPA Azhari Cage. Hadir juga Ketua DPRA H Dahlan Djamaluddin, dan Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas.

Kedatangan Wali Nanggroe ke Kedutaan Besar Uni Eropa di Jakarta ini tidak lain adalah bagian dari upaya mendesak percepatan MoU Helsinki. Seperti diketahui, damai Aceh tahun 2005 merupakan misi pertama Uni Eropa untuk wilayah Asia.

Kepada Vincent, Wali Nanggroe juga melaporkan bahwa dirinya bersama rombongan dari Aceh telah menjumpai langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Selain membahas masalah implementasi MoU Helsinki, Wali Nanggroe juga memaparkan perkembangan terkini kondisi perekonomian Aceh.

“Harus diakui pertumbuhan ekonomi Aceh terpuruk akibat konflik yang berkepanjangan. Namun setelah damai, kami berkeinginan untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah investor bagi siapa pun,” kata Wali Nanggroe.

Wali Nanggore mengundang Dubes Uni Eropa berkunjung ke Aceh untuk melihat langsung perkembangan dan potensi investasi yang ada di Aceh. Menurut informasi yang disampaikan Wali Nanggroe, Dubes Uni Eropa akan ke Aceh pada 2 Maret 2020.

Vincent Piket, menyambut baik laporan yang disampaikan Wali Nanggroe kepada pihaknya. Selanjutnya, Vincent mengaku hasil pertemuan tersebut akan segera dilaporkan ke pimpinan di negaranya.

“Saya masih baru sebagai Dubes, saya belum terlalu agresif. Namun saya akan laporkan ke pimpinan di negara saya, apa yang saya dapatkan hari ini. Karena ini sesuatu yang sensitif,” kata Vincent. (Antara)

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Bupati Kabupaten Aceh Barat, Ramli MS menganiaya seorang rekannya bernama Zahidin, di sekitar pendopo Bupati. Diduga perkelahian itu terjadi saat korban menagih utang. Kepala Satreskrim Polres Aceh Barat Iptu Muhammad Isral, membenarkan kejadian pemukulan tersebut. Dia menyebutkan saat ini pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. “Masih dalam proses penyelidikan,” kata Isral saat dikonfirmasi Rabu (19/2). Setelah insiden itu, Zahidin melaporkan Ramli MS ke Polres Aceh Barat. Laporan itu tertera dalam nomor laporan polisi BL/29/11/2020/Aceh/Res ABAR/SPKT. Dari surat laporan yang dibuat korban, peristiwa perkelahian itu terjadi pada Selasa (18/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Zahidin bersama dengan rekannya menemui Ramli bermaksud untuk menagih utang sebanyak Rp 279 juta. Mereka bertemu di Pendopo Bupati Aceh Barat sebelum penganiayaan itu terjadi. Dalam keterangannya, akibat peristiwa itu Zahidin mengalami luka memar di bagian pipi kiri dan rusuk sebelah kiri akibat pukulan benda tumpul. Isral menyebutkan, saat ini korban masih berada di rumah sakit. Sehingga, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan meminta keterangan dari korban “Masih dalam proses, korban pun masih di rumah sakit,” ucapnya. [Randi] #acehbarat #acehutara_lhokseumawe #acehtenggara #acehutara #acehsingkil #acehtamiang #acehgayo #acehtimur #acehbesar #acehselatan #korban #bupati #penganiayaan #rekan #hutang #saksi #pemukulan #pendopo #bupatiacehbarat #kasus

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on