Bupati Pidie Sebut Virus Corona Senjata Biologis

Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) disela-sela meninjau lokasi percontohan cetak sawah baru pertanian organik di Gampong Kambuek Payapi Kunyet, Kabupaten Pidie, Jum’at 24 Januari 2020.
Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) disela-sela meninjau lokasi percontohan cetak sawah baru pertanian organik di Gampong Kambuek Payapi Kunyet, Kabupaten Pidie, Jum’at 24 Januari 2020.
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Warga Aceh dikejutkan dengan pernyataan Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik, yang menyebutkan virus corona merupakan senajata biologis dan kimia.

Hal itu dikatakan Abusyik di depan sejumlah stafnya di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Bahkan ungkapan Abusyik dalam video tersebut, beredar luas di media sosial.

Meski begitu, Absusyik meminta masyarakat tetap aman. Sebab, pihaknya di Kabupaten Pidie masih aman dan sudah mempersiapkan sejak awal untuk penanganannya.

Ads

“Jangan panik, kita selalu memikirkan apa yang harus saya lakukan terhadap bangsa ini, bagaimana saya melakukan suatu keselamatan untuk ummat,” kata Abusyik yang dikutip dalam video tersebut, Jumat (3/4).


Abusyik kemudian menjelaskan bahawa virus tersebut merupakan senjata biologis yang sengaja diciptakan. Menurutnya, digunakan oleh suatu negara sebagai senjata untuk menekan angka penduduk yang sudah membludak. Seterusnya juga digunakan kala terjadi perang dunia ketiga.

“Ini senjata kimia, inilah yang dinamakan senjata kimia, senjata biologis, inilah yang dinamakan senjata kimia,” ucapnya.

Pihaknya akan memberlakukan lockdown jika terjadi sesuatu, untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Pidie, agar masyarakat Pidie bisa selamat.

“Karena saya tau bagaimana proses asal usul virus itu, maka ketika hadir virus-virus seperti ini kita tidak grogi,” ujar Abusyik.

Kata Abusyik, ia sudah menyampaikan kepada seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) mengajak semua dapat mengantisipasinya. Supaya virus tersebut tidak merebak di Pidie.

“Kita semuanya sekalian dengan rakyat supaya inilah (COVID-19) tidak terjadi di tempat kita,” ungkapnya. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Di tengah wabah virus corona, tidak menghambat warga untuk beribadah.Warga tetap menggelar salat Jumat berjamaah, meskipun Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sudah mengeluarkan imbauan agar mengganti salat jumat ke dzuhur. Dari informasi yang diperoleh, salah satu masjid yang tetap menggelar salat Jumat, (3/4) ialah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Sementara, 15 masjid lainnya tidak menggelar salat jumat berjamaah, karena imbauan MPU Aceh. Di Masjid Raya Baiturrahman saat salat Jumat, meskipun jamaah tidak seramai salat Jumat seperti biasanya, namun jamaah tetap khidmat untuk beribadah. Para jamaah juga telah menerapkan Phsycal Distancing (jarak) dengan berjarak satu meter antarshaf. Jika jamaah tetap berdiri rapat, petugas remaja masjid yang sudah berjaga akan mengarahkan jamaah agar menjaga jarak satu sama lain. Remaja masjid ini disebar di setiap titik ruangan masjid. Tempat cuci tangan disediakan di halaman masjid Raya Baiturrahman. (Kanal Aceh/Randi) Di pekarangan Masjid Raya Baiturrahman juga sudah disedikan tempat cuci tangan bagi jamaah yang sudah beribadah. Mereka akan diarahkan untuk mencuci tangan sebelum meninggalkan masjid. Sekretaris MPU Aceh, Murni, mengatakan pihaknya telah menerbitkan Taushiyiah Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya dalam kondisi darurat. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #physicaldistancing #shalatjumat #socialdistancing #cegahcorona #antisipasi #covid_19 #masjid #masjidrayabaiturrahman #warga

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads