Meskipun Pasien Positif Corona di Banda Aceh Nihil, Warga Harus Tetap Waspada

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Usai satu pasien positif Corona yang dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) dinyatakan sembuh, kini sudah tidak ada lagi pasien positif Corona di Aceh, khususnya di Banda Aceh.

Pasien terakhir berinisial AJ asal Banda Aceh itu telah dipulangkan ke rumahnya pada Senin (13/4) kemarin. Pasien positif Corona di Aceh sebelumnya berjumlah lima orang.

Tiga orang dinyatakan sembuh pada Minggu (5/4) lalu. Dua di antaranya asal Aceh Besar dan satu lagi merupakan istri AJ.

Ads

Informasi dari Dinas Kesehatan Banda Aceh, hingga Selasa, 14 April 2020, jumlah ODP tercatat sebanyak 539 orang. Kabar baiknya lagi, jumlah itu terus surut dan kini sebanyak 457 orang telah selesai pemantauan. Sementara 82 sisanya masih menjalani proses pemantauan.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyampaikan kepada masyarakat Banda Aceh agar tidak merasa puas dulu dengan hasil tersebut.

“Sampai pemerintah pusat belum mengeluarkan instruksi berakhirnya Covid-19 ini, saya minta masyarakat harus tetap waspada,” kata Aminullah melalui video conference, Selasa (14/4).

Aminullah pun tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol pencegahan penularan virus Corona.

“Di rumah saja jika tidak ada hal yang penting. Ketika bepergian keluar dari rumah tetap mengenakan masker, mencuci tangan usai beraktivitas, menjaga jarak ketika berinteraksi satu-sama lain,”

“Untuk stabilitas daya tahan tubuh, perbanyak konsumsi buah dan makanan tinggi protein, istirahat yang teratur dan jagalah kebersihan lingkungan,” ujar Aminullah.

Aminullah juga menyampaikan agar masyarakat terus berdoa, meminta supaya bala penyakit ini kunjung usai dan semua bisa kembali normal menjelang Ramadan.

“Sata Corona masih booming di seluruh penjuru dunia, kita bersyukur Allah telah menjauhkan bumi Aceh dari penyakit ini. Namun ini semua tetap butuh kewaspadaan, tidak lalai dan mawas diri dalam hal ini,” kata Wali Kota Aminullah. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Polda Aceh kembali memperketat pengawasan di perbatasan Aceh, untuk menghindari adanya lonjakan warga yang baru pulang dari Sumatera Utara (Sumut). Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya warga yang terpapar virus corona yang masuk ke Aceh. Pengawasan itu diperketat lantaran jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Sumut terus melonjak. Hingga Senin (13/4), kasus positif corona di Sumut mencapai 96. Sebagai daerah tetangga, pihak Polda Aceh menambah pasukan yang terdiri dari tenaga medis, Satpol PP, Polri dan TNI di perbatasan Aceh-Sumut. Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan penjagaan di perbatasan itu sudah dilaksanakan di pos penjagaan di daerah Aceh Tamiang, Subulussalam dan Aceh Tenggara. Sebab, daerah tersebut berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. “Tentu kita perketat lagi di perbatasam, dan jalur darat lainnya yang masuk ke Aceh,” kata Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa (14/4). Pihaknya juga melengkapi setiap pos dengan alat pengukur suhu tubuh, jika melewati batas normal, warga yang melintas akan diperiksa dan ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #sumut #perketat #perbatasan #cegahcorona #covid19 #pencegahan #lawancovid19 #pemantauan #masyarakat

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on