Bantuan Tak Merata, 19 Desa di Aceh Utara Tolak Sembako Pemerintah

Ilustrasi, Pemerintah Aceh serahkan bantuan. (Foto: Humas Pemprov Aceh)
--Ads--
loading...

Aceh Utara (KANALACEH.COM) – Forum Geuchik Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, menolak bantuan sembako dampak Covid-19 dari Pemerintah Aceh yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara.

Ketua Forum Geuchik Kecamatan Nibong Isnaini Yusuf mengatakan, pihaknya yang tergabung dalam forum keuchik Kecamatan Nibong tidak bersedia mengambil bantuan tersebut.

“Kami Forum Geuchik yang menolak bantuan dampak dan imbas dari Covid-19 ini karena bantuan tersebut tidak merata tiap-tiap gampong, “ kata Isnaini, Senin (20/4).

Ads

Menurutnya, sebagian gampong di Kecamatan Nibong ada yang tidak kebagian sama sekali sembako. Sejauh ini ada 10 gampong yang mendapat bantuan dalam Kecamatan Nibong.

“Kami ingin semua desa di Kecamatan Nibong agar bisa mendapat bantuan Covid-19 tersebut,” katanya.

Pihaknya meminta agar petugas lapangan yang mendata para penerima bantuan, harus koordinasi dengan aparat gampong, agar di data ulang yang mana warga yang berhak menerima bantuan tersebut. Hal itu dilakuakn agar penerima bantuan tepat sasaran.

Pihaknya berharap, kedepannya jika ada bantuan ataupun pendataan yang menerima PKH atau bantuan apapun dari pemerintah, harus koordinasi dengan aparat gampong.

Sementara itu, 19 desa yang menolak bantuan sembako dampak Covid-19 tersebut di antaranya Desa Nibong Baroh,  Nibong Wakheuh, Keude Nibong,  Keupok Nibong,  Dayah Nibong,  Keh Nibong,  Sumbok Rayeuk,  Paya Terbang,  Teupin Jok, Mamplam, Keulilee, Ranto,  Seuleunyok, Tanjoeng Putoh,  Alue Ngoem, Alue Mirah,  Maddi,  Alue Panah dan Desa Bumban. [Rand/raj]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Tiga mahasiswa asal Malaysia yang pulang dari Aceh dinyatakan positif corona. Hal itu diketahui saat ketiganya tiba di Malaysia dan periksa oleh otoritas kesehatan di negeri jiran tersebut. Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 UIN Ar-Raniry, Ibnu Sakdan membenarkan bahwa ketiga mahasiswa itu berasal dari kampus UIN Ar-Raniry. Kata dia, mahasiswa tersebut warga Malaysia sedang menempuh pendidikan di UIN. “Ya benar, mereka mahasiswa aktif UIN warga Malaysia,” kata Ibnu, saat dikonfirmasi, Senin (20/4). Dari informasi yang diperoleh Ibnu, sebelumnya ketiga mahasiswa itu tidak pulang lantaran kebijakan lockdown di Malaysia. Kemudian, edaran Rektor setempat agar mahasiswa tidak pulang kampung. Hanya saja, kata Ibnu, Duta Besar Malaysia membuat kebijakan bagi warganya yang hendak pulang dan difasilitasi. Sehingga, mahasiswa asal Malaysia di Aceh memilih untuk pulang lewat bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang#terinfeksi #viruscorona #covid19 #mahasiswa #mahasiswi #kampus #negerijiran #bandara #kualanamu

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada