Pantau Protokol Kesehatan, Pedagang Takjil di Banda Aceh Bakal Disidak

Ilustrasi, Pedagang Takjil di Peunayoung. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di bulan Ramadan, Pemerintah Kota Banda Aceh bakal melakukan sidak di tempat keramaian, mulai dari pasar hingga lokasi penjual takjil.

Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah warga menerepakkan protokol kesehatan atau tidak. Kabag Humas Pemko Banda Aceh, Irwan mengatakan, imbauan Forkopimda itu berlaku untuk semua, baik di warung kopi, pasar dan semua tempat.

Semuanya mengacu pada protokol kesehatan dengan sosial dan physical distancing minimal 1,5 meter dan pakai masker di tempat umum. Imbauan itu, kata dia sudah disosialisasikan jauh hari sebelum Ramadan tiba.

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Baca: Rancang Perwal, Warga yang Tidak Pakai Masker di Banda Aceh Bakal Didenda

“Imbauan ini telah kita sosialisasikan ke masyarakat tinggal kepatuhan masyarakat aja yang menjalankan. Sidak ke pasar dan pinggir jalan penjual jajanan berbuka akan dilakukan,” ujarnya.

Pantauan kanalaceh.com, lokasi tempat penjual takjil di Banda Aceh masih banyak yang belum menerapkan physical distancing. Begitu pun warga, masih banyak yang berkerumunan bahkan tidak menggunakan masker.

Dari data Dinkes Aceh, sejauh ini pasien positif di Kota Banda Aceh berjumalah dua orang. Keduanya sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Sementara, orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 148 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 15 orang. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Personel Polresta Banda Aceh membubarkan 300 kenderaan roda dua yang menggelar balap liar pada dini hari tadi hingga sahur, di seputaran kota Banda Aceh. Aksi balap liar itu dibubarkan di jalan Pelabuhan Ulee Lheue dan Kawasan Batoh. Kasat Sabhara Polresta Banda Aceh Kompol Yusuf Hariadi mengatakan, aksi balap liar ini sudah sangat meresahkan masyarakat yang saat itu sedang beribadah dan istirahat. “Kegiatan yang dilakukan oleh para remaja ini sudah sangat meresahkan warga sekitar area yang mereka lakukan aksi balap liar, terutama disekitar Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, Banda Aceh dan juga lingkungan warga lainnya,” katanya, Sabtu (25/4). . Menjelang subuh tadi pagi, kata dia, pihaknya mendapatkan laporan dari warga, bahwasanya ada aksi balap liar sekitar yang melibatkan 300 unit kenderaan roda dua di kawasan Batoh, Banda Aceh. Kemudian pihaknya langsung mendatangi lokasi dan membubarkan. Yusuf Hariadi meminta agar setiap orang tua mengontrol kegiatan anaknya. Apabila belum memiliki SIM, maka kewajiban orang tua untuk melarang mereka sebelum dilakukan penindakan oleh pihak kepolisian dilapangan. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #balapliar #anak #berkeliaran #sahur #subuh #asbuh #kendaraan #motor #kepolisian

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads