Kabur Dicek Suhu Tubuh, Pria Ini Tinggalkan Mobil Berisi 30 Kilo Ganja di Nagan Raya

(ist)
--Ads--
loading...

Nagan Raya (KANALACEH.COM) – Personel Polres Nagan Raya mengamankan satu unit mobil tanpa penghuni, yang di dalamnya berisikan 30 kilo ganja kering siap edar. Mobil itu ditemukan di Dusun Krueng Isep, Desa Pantee Ara, Beutong, Senin (27/4).

Kapolres Nagan Raya AKBP Risno mengatakan, mobil jenis Avanza dengan nopol BL 1474 EW itu diduga datang dari Beutong menuju kea rah Ulee Jalan Kecamatan Beutong.

Sesampainya di depan Pos Pam Check Point Covid-19/Pos Ops Ketupat Polres Nagan Raya, mobil tersebut kemudian dihentikan oleh petugas piket Pos. Pada saat petugas Pos memberhentikan mobil yang didalamnya hanya satu orang yaitu pengemudi seorang laki-laki untuk dilakukaan pengecekan Suhu badan.

Ads

“Pada saat itu petugas (dari personil Polsek Beutong dan Koramil Beutong) menanyakan kepada pengemudi barang apa yang dibawa. Lalu tiba-tiba pengemudi langsung kabur sebelum dilakukan pemeriksaan suhu tubuh,” kata AKBP Risno saat dikonfirmasi, Rabu (28/4).

Mengetahui hal itu, pihaknya langsung menghubungi Polsek dan Juga Kompi B Yonif 116/GS yang berada tidak jauh dari Pos pemeriksaan. Kemudian, pihaknya mendapat informasi dari satpam PLTA, bahwa ditemukan 1 unit mobil tanpa pemilik terparkir di jembatan sekitar PLTA.

“Ciri kendaraan tesebut sama seperti kendaraan yang kabur pada saat pemeriksaan di Pos Pemeriksaan Kesehatan di Krung Isep,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap mobil tersebut, bahwa ditemukan di dalam mobil narkotika jenis ganja sebanyak dua bungkus, yang diperkirakan beratnya mencapai 30 kg. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan WH Aceh, TNI dan Polri menggelar razia rutin di seputaran Kota Banda Aceh, untuk melakukan pengawasan kepada warga yang tidak pakai masker. Razia itu juga untuk mengingatkan warga agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan di ruang publik. Kabagops Satpol PP dan WH Aceh, Marzuki mengatakan, selama bulan Ramadan pihaknya melakukan razia yang dimulai usai salat Ashar hingga sebelum berbuka puasa. Kemudian dilanjutkan kembali setelah salat tarawih. Targetnya, warung kopi, café dan pusat keramaian lainnya. “Pengawasan Covid-19 dilaksanakan dua kali, pertama usai salat Ashar hingga menjelang buka puasa kemudian usai salat tarawih,” kata Marzuki, Minggu (26/4). Materi yang disampaikan kepada warga, yaitu pentingnya physical distancing minimal, menjaga jarak 1 meter. Kemudian menggunakan masker. Kata dia, saat ini semua orang wajib menggunakan masker. Menurut Marzuki, sejauh ini kesadaran warga yang menggunakan masker mulai tinggi. Hanya ada sebagian saja yang masih abai untuk menggunakan masker. Tapi pihaknya tetap mengingatkan agar, tetap menggunakan masker dimana pun. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #warga #masyarakat #pakaimasker #lolisi #raziamasker #jagajarak #physicaldistancing #cegahcovid19 #bersamalawancorona

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads