Rasulullah Ajarkan Suami Bantu Istri di rumah

Ilustrasi. (republika)
--Ads--
loading...

(KANALACEH.COM) – Islam merupakan agama yang lengkap hingga mengajarkan bagaimana pembagian tugas suami dan istri ketika di rumah. Sebagian suami beranggapan tugas rumah tangga ialah kewajiban istri. Padahal suami dianjurkan membantu istri menunaikan tugas tersebut.

Kadiv Peranan Wanita Ponpes Idrisiyyah, Ustadzah Yeni Aidah mengatakan kerja sama sangat diperlukan dalam membangun rumah tangga harmonis. Sebab kebarokahan terletak pada keharmonisan rumah tangga.

Dalam berumahtangga, Yeni mengatakan, ada peran masing-masing suami istri. Tapi peran itu mesti dilalui secara kompak dan saling menghormati.

Ads

“Bahkan saling membantu (kerja sama) jika ada kerepotan, kesibukan, kepayahan atau bahkan ketidakmampuan dalam menjalankan peran (suami, istri) jika sakit atau hal lainnya. Oleh karenanya kepekaan perlu ditumbuhkan dari tiap pasangan,” kata Yeni seperti dilansir laman Republika.co.id, Jumat (1/5).

Yeni mengutip kisah Siti Aisyah yang menceritakan Rasulullah ketika di rumah adalah orang yang suka membantu pekerjaan istrinya. Sehingga dapat dimaknai bahwa Rasulullah menyontohkan membantu istri agar menjadi sunnah untuk umatnya.

“Membantunya para suami kepada pekerjaan istri, baik dalam pengurusan anak ataupun pekerjaan rumah lainnya istri akan merasa dihargai, disayangi dan diperhatikan sehingga istri merasa bahagia dan makin bersyukur pada suaminya,” ujar Yeni.

Yeni mengimbau suami meningkatkan kepekaan pada tugas rumah tangga. Dengan demikian istri tak perlu repot meminta tolong lebih dulu. “Baiknya jangan dipinta. Jika pun harus dipinta karena suaminya kurang atau tidak peka padahal istri telah payah, repot bahkan sakit harus dengan cara yang sopan, halus dan lembut. Jangan dengan marah-marah sebab nanti akan menimbulkan ketidaksakinahan (ketidaktenangan),” ucap Yeni.

“Para istri niatkan bukan menyuruh tapi meminta tolong barangkali suami berkenan mau membantu, insya Allah kalau suaminya peka akan mengerti,” kata Yeni. []

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pasien positif virus corona di Aceh, hari ini Kamis (30/4) bertambah satu orang. Pasien tersebut seorang santri Alfatah Temboro, Magetan, Jawa Timur yang pulang kampung ke Aceh Tamiang. Sehingga pasien yang positif corona menjadi tiga orang yang masih di rawat. Kemudian, hari ini, juga dua pasien positif di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dinyatakan sembuh, setelah hasil ketiga swab kedua pasien itu negatif. Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, dari 10 positif corona tersebut, enam orang dinyatakan sembuh—termasuk pasien NS dan AS yang sembuh hari ini. Sementara tiga orang dalam perawatan rumah sakit, dan satu orang meninggal dunia. Baca: Dua Pasien Positif Corona yang Sembuh Berasal dari Gayo Lues dan Abdya Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.878 kasus. Ada penambahan sebanyak 17 kasus dibandingkan data Rabu, 30 April 2020. Rinciannya, dari 1.878 kasus tersebut, sebanyak 1.583 telah selesai pemantauan, dan 295 sudah selesai masa pemantauannya. Baca: Hasil Swab, Satu Warga Aceh Tamiang Terkonfirmasi Positif Corona selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #odp #pdp #pasien #positifcorona #negatifcorona #sembuhtotal #rsuza #medis #cegahcovid19

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads