Dear Bupati, Jalan Penghubung Antar Desa di Pulau Banyak Butuh Perhatian

Jalan penghubung antar Desa di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. (ist)
--Ads--
loading...

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Jalan penghubung antara Desa Pulau Balai dengan Desa Teluk Nibung di Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil, perlu perhatian dari Pemerintah Kabupaten setempat.

AN, warga setempat mengatakan pada saat musim hujan, jalan sulit dilalui lantaran berlumpur dan terdapat kubangan air pada bagian jalan yang berlubang.

Hal ini membuat pelintas jalan sangat berhati-hati saat melintas agar tidak terjatuh.

Ads

“Jalan tersebut merupakan akses utama lintas desa sebagai penunjang sarana transportasi sehingga memperlancar perekonomian masyarakat,” ungkap Bang An.

Ia berharap agar pihak terkait segera memperbaikinya mengingat jalan tersebut merupakan akses darat satu-satunya penghubung dua desa di Pulau Banyak.

Camat Pulau Banyak Mukhlis mengatakan pihaknya telah mengusulkan perbaikan jalan kepada Dinas PUPR Kabupaten dan Provinsi.

“Di Dinas PUPR Kabupaten dan Provinsi lengkap data usulan dan progres yang sudah dilaksanakan tahun 2018 dan 2019,” kata Mukhlis saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (7/5). [Khadafi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sekda Aceh, Taqwallah, bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh ( TAPA) memaparkan rancangan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 terkait penanganan virus corona (Covid-19), kepada anggota Badan Anggaran DPR Aceh, di Ruang Serbaguna komplek DPRA, Selasa, (6/5). Sekda mengatakan, Pemerintah Aceh menetapkan sebanyak Rp 1,7 Triliun dari refocusing APBA 2020 untuk penanganan wabah virus corona. Sumber dana refocusing itu, kata dia, diambil dari penundaan dan pembatalan kegiatan-kegiatan perjalanan dinas dan kegiatan belanja yang belum berjalan pada setiap Dinas atau Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Dana refocusing itu akan digunakan untuk tiga hal yaitu untuk penanganan kesehatan dan keselamatan, penyediaan jaring pengamanan sosial dan penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19. Taqwallah menambahkan, Pemda hanya diberikan waktu yang relatif sedikit untuk menyusun refocusing anggaran tersebut. Dalam waktu yang ada itu pihaknya melihat ada peluang sebanyak 1,7 triliun untuk dimanfaatkan sebagai anggaran penanganan jika terjadi dampak dari penyebaran virus corona dalam beberapa bulan ke depan. “Dana sebanyak 1,7 triliun itu adalah dana yang berpeluang untuk digunakan sebagai dana penanganan Covid-19 jika terjadi sesuatu,” kata Taqwallah. Meskipun demikian, kata Taqwallah, sampai saat ini penanganan Covid-19 di Aceh masih cukup dengan menggunakan anggran BTT (Belanja Tidak Terduga) yang dialokasikan sebanyak 118 miliar. Dana refocusing sebanyak 1,7 triliun itu belum digunakan sampai sekarang. Namun, akan digunakan jika Aceh menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #dana #covid19 #psbb #danapenanganancorona #gugusdepancovid19 #realokasi #refocusing #pandemic #protokolkesehatan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads