Petugas Posko Covid-19 di Abdya Banyak Kekurangan APD

Ketua DPRK Abdya dan anggota saat sidak di posko Lembah Sabil. ( Jimi Pratama/Kanalaceh.com)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) –  DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) merasa kecewa kepada pelaksana tim gugus tugas penanganan Covid-19 di kabupaten setempat, sebab masih banyak kekurangan.

Hal itu diutarakan oleh ketua DPRK Abdya, Nurdianto, selama ini pemerintah dan DPRK, kata dia sudah menggelontorkan anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Saat kita turun kelapangan banyak sekali kekurangan seperti halnya APD yang digunakan oleh petugas yang jauh dari kata standar pengamanan kesehatan,” katanya.

Ads

Ia menyebutkan saat sidak di posko Lembah Sabil disana terkesan asal-asalan. Seperti kurangnya masker dan wastafel bahkan air mineral menggunakan air isi ulang.

“Kita minta kepada petugas supaya betul-betul menjaga di perbatasan apalagi lebaran sudah dekat pasti banyak yang pulang dari luar daerah,” sebutnya.

Dirinya berpesan kepada tim gugus harus memakai masker. Sebab, tim ini langsung berhadapan dengan orang-orang yang keluar masuk dari luar daerah.

“Jika petugas tidak memakai APD itu sama juga cari penyakit,” ucapnya. [Jimi Pratama]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sekda Aceh, Taqwallah, bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh ( TAPA) memaparkan rancangan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 terkait penanganan virus corona (Covid-19), kepada anggota Badan Anggaran DPR Aceh, di Ruang Serbaguna komplek DPRA, Selasa, (6/5). Sekda mengatakan, Pemerintah Aceh menetapkan sebanyak Rp 1,7 Triliun dari refocusing APBA 2020 untuk penanganan wabah virus corona. Sumber dana refocusing itu, kata dia, diambil dari penundaan dan pembatalan kegiatan-kegiatan perjalanan dinas dan kegiatan belanja yang belum berjalan pada setiap Dinas atau Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Dana refocusing itu akan digunakan untuk tiga hal yaitu untuk penanganan kesehatan dan keselamatan, penyediaan jaring pengamanan sosial dan penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19. Taqwallah menambahkan, Pemda hanya diberikan waktu yang relatif sedikit untuk menyusun refocusing anggaran tersebut. Dalam waktu yang ada itu pihaknya melihat ada peluang sebanyak 1,7 triliun untuk dimanfaatkan sebagai anggaran penanganan jika terjadi dampak dari penyebaran virus corona dalam beberapa bulan ke depan. “Dana sebanyak 1,7 triliun itu adalah dana yang berpeluang untuk digunakan sebagai dana penanganan Covid-19 jika terjadi sesuatu,” kata Taqwallah. Meskipun demikian, kata Taqwallah, sampai saat ini penanganan Covid-19 di Aceh masih cukup dengan menggunakan anggran BTT (Belanja Tidak Terduga) yang dialokasikan sebanyak 118 miliar. Dana refocusing sebanyak 1,7 triliun itu belum digunakan sampai sekarang. Namun, akan digunakan jika Aceh menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #dana #covid19 #psbb #danapenanganancorona #gugusdepancovid19 #realokasi #refocusing #pandemic #protokolkesehatan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads