Diberlakukan Sabtu, Tim Gabungan Sosialisasikan Perwal Penggunaan Masker

by danirandi

Banda Aceh (KANALACEH.COM) –  Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Satpol PP dan WH Banda Aceh membentuk tim gabungan yang terdiri dari TNI Polri dan Unsur pemerintah daerah.

Hal ini dalam rangka sosialisasi  Perwal nomor 25 tahun 2020 yaitu tentang penggunaan masker dalam rangka pencegahan covid-19 di wilayah Banda Aceh.

Tim gabungan tersebut diantaranya Dishub Kota Banda Aceh, Satpol PP Aceh dan diskominfotik Banda Aceh yang turut hadir. Sosialisasi dilakukan di pasar Peunanyong dan Pasar Aceh, Kamis (14/5).

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat mengatakan bahwa sosialisasi ini sesuai dgn hasil rapat forkopimda sebelumnya bahwa wali kota sudah mempublikasikan perwal ini akan efektif pada sabtu, 16 Mei 2020 mendatang.

“Jadi sebelum kita berlakukan sangsi-sangsi terhadap masyarkat terlebih dahulu kita melakukan sosialisasi agar masyarakat kita benar-benar bisa menaati dan menjalankan peraturan wali kota dalam mencegah covid-19 di Banda Aceh,”jelas Hidayat.

Sebagaimana yang tertulis, ada tiga (3) sanksi yang akan diterima bagi masyarakat yang tidak mengikuti perwal walkot. Pertama, pencatatan identitas yang bersangkutan, kedua tidak  diberikan layanan dalam fasilitas publik yang ada di wilayah hukum Kota Banda Aceh.

“Sangsi yang terberat saya fikir adalah yang ketiga, yaitu pencabutan identitasm berupa KTP. Jika sudah kita cabut kita khawatirkan masyakat tidak bisa mlakukan pengurusan kegiatan-kegiatan dan aktfitas lainnya,”kata Kasatpol PP dan WH Banda Aceh.

Tak hanya bagi warga kta Banda Aceh, Perwal nomor 25 Tahun 2020 ini juga berlaku bagi masyarakat luar daerah yang datang ke Banda Aceh.

“Apabila sudah mengetahui perwal ini dan tidak mematuhinya maka dia akan kita kembalikan ke wilayahnya.  Jadi ketika memasukikota banda aceh berarti sudah harus megikuti peraturan walkot Banda Aceh,”ujarnya.

Dalam penerapan perwal ini, Hidayat berharap kepada masyarakat agar menganggap serius tentang penggunaan masker ini. “Kita harapkan  warga kita jangan terlalu abai dan cuek, walaupun jumlah kasusnya sudah tidak ada lagi yang positif tapi kewaspadaan ini harus kita jaga bersama. Minimal kita bisa menjaga orang-orang di sekitar kita dan orang-orang yang kita sayangi,”harapnya.

Ia juga berpesan, para pembeli dan penjual yang tidak memakai masker ditegur dan diingatkan. “Jangan sampai mereka lalai, kalau ini sudah terbiasakan mudah-mudahan covid-19 ini cepat berakhir di Kota Banda Aceh,”sebutnya. [Randi/rel]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – 500 pengungsi Rohingya yang bergerak dari Myanmar menuju Malaysia terpantau di perairan Andaman. Mereka menggunakan dua kapal untuk menyebrang. Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Jemmy Rosdiantoro membenarkan adanya 500 pengungsi Rohingya yang terpantau di perairan Andaman. Namun, kata Jemmy, tidak menutup kemungkinan mereka akan singgah di Indonesia dalam berbagai keperluan. Sebab, kemarin Selasa, 12 Mei 2020 mereka terpantau masih di perairan Andaman. “Memang benar ada sekitan 500 orang pengungsi Rohingya dari Myanmar bergerak menuju Malaysia menggunakan 2 kapal motor, tidak menutup kemungkinan karena satu dan lain hal akan singgah di Indonesia,” ujar Jemmy saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Mei 2020. Menurutnya Indonesia belum meratifikasi masalah pengungsi, dikawathirkan jika singgah Indonesia akan membuat masalah baru apalagi dalam situasi wabah virus corona (Covid-19). Untuk itu pihaknya menginstruksikan seluruh satuan Polairud setiap Polres di Aceh untuk melakukan patroli laut dan mengantisipasi masuknya pengungsi Rohingya ke Indonesia, khususnya ke Aceh. Begitupun, masyarakat dan nelayan diminta ikut memantau pergerakan ratusan pengungsi tersebut. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #rohingya #myanmar #sea #kapal #perairan #pengungsi #wabahcorona #kapalpenyebrangan #andaman

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada

You may also like