Sapi Pemerintah Aceh di Saree Bakal Didistribusikan ke Masyarakat

Kondisi sapi milik Pemerintah Aceh di Sare. (Kanal Aceh/Rino)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, melepaskan sapi-sapi di kandang karantina Unit Pelayanan Terpadu Daerah Inseminasi Buatan dan Inkubator (UPTD-IBI) Saree, ke padang penggembalaan, yang juga berada di UPTD tersebut, Minggu (7/6).

Kunjungan Plt Gubernur ke UPTD IBI Saree adalah untuk melihat secara langsung dan mendengarkan penjelasan dari Kepala Dinas Peternakan Aceh Rahmandi, terkait kondisi sapi-sapi di kandang karantina yang terlihat kurus. Sejumlah solusi dan langkah cepat pun berhasil dirumuskan dalam kunjungan hari ini.

“Sapi-sapi yang kurang sehat dan terlihat kurus ini memang sapi-sapi yang sedang di karantina karena beberapa alasan, baik karena sakit maupun dalam masa penyesuaian. Ada sekitar 50 ekor. Nah untuk itu, ada penyelesaian-penyelesaian yang sedang kita rancang solusinya. Salah satunya hari ini kita lepaskan sapi-sapi ini ke padang penggembalaan seluas 9 hektar, yang berada di dalam komplek UPTD IBI Saree ini,” ujar Nova.

Plt Gubernur menambahkan, beberapa upaya lain yang telah dirumuskan adalah mendistribusikan sapi-sapi ini ke masyarakat. Menyegerakan revisi anggaran pengadaan konsentrat, menjajaki kerjasama antar dinas, menjajaki kerjasama dengan kabupaten/kota dan kerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki jurusan yang berkaitan dengan peternakan, pertanian dan perkebunan.

Ads

Baca: Sapi di UPTD IBI Saree Over Kapasitas

“Upaya lainnya adalah mendistribusikan sapi-sapi ini ke masyarakat, tapi kita harus menerbitkan Pergub terlebih dahulu. Insya Allah dalam seminggu ini akan kita terbitkan, berdasarkan Qanun Retribusi yang sudah ada,” ujarnya.

Selain itu, sambung Nova, pakan tambahan berupa konsentrat juga dibutuhkan untuk penggemukan. Sembari menunggu revisi anggaran pengadaan konsentrat melalui lelang, kita bawa konsentrat dari peternakan di Ie Suum ke UPTD IBI Saree.

“Revisi anggaran pengadaan konsentrat melalui lelang akan kita lakukan sehari besok (Senin, 8/6), kemungkinan Hari Selasa (9/6) sudah tayang, dilakukan lelang. Selambat-lambatnya 1 bulan, konsentrat Insya Allah sudah ada. Rencana lainnya, kita sedang menjajaki kerjasama antar dinas. Sebahagian sapi yang kurang sehat ini kita distribusikan ke dinas lain, seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan,” ujar Nova. [Randi/ril]

 

View this post on Instagram

 

Jakarta (KANALACEH.COM) – Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, mengatakan masyarakat di sekitar Kota Banda Aceh perlu mewaspadai peningkatan seismisitas sesar aktif di Segmen Aceh. “Hasil monitoring gempa BMKG selama Mei 2020 di wilayah sekitar Banda Aceh ini sudah tampak menunjukkan adanya kluster peningkatan aktivitas seismisitas yang aktif,” kata Daryono dalam keterangannya di Jakarta seperti dilansir laman Antara, Sabtu (6/6) Sebelumnya pada Kamis (4/6) pagi terjadi gempa Aceh dan Sabang bermagnitudo 4,9 yang berdampak merusak belasan bangunan dan beberapa orang luka ringan di Sabang. Hasil monitoring BMKG hingga Sabtu (6/6) siang menunjukkan aktivitas gempa susulan yang terjadi sebanyak 23 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar magnitudo 3,8 dan terkecil bermagnitudo 2,5. Tren gempa susulan yang terjadi tampak terus melemah kekuatannya. Daryono menjelaskan, daratan Aceh merupakan salah satu kawasan aktif gempa di Indonesia. Lokasi Kota Banda Aceh diapit oleh dua segmen sesar aktif, yaitu Segmen Aceh dan Segmen Seulimeum. Ke arah selatan, dua segmen sesar aktif ini selanjutnya bertemu dan membentuk Segmen Tripa. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #gempa #gempabumi #gempasabang #bencanaalam #sesar #bmkg #waspada #segmensesaraktif #sekmentripa

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on