New Normal, 50 Persen Hotel di Aceh Kembali Beroperasi

  • Whatsapp
Ilustrasi hotel. (Foto: Pegi-pegi)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Untuk menyambut era new normal, sekitar 50 persen hotel di seluruh Aceh mulai beroperasi kembali. Meskipun, tamu yang hendak menginap di hotel masih minim.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Aceh, Yusri Syamaun mengatakan, beroperasinya sebagian hotel di Aceh dikarenakan adanya kelonggaran yang diberikan pemerintah, terkait aktivitas perjalanan baik melalui darat maupun udara.

“Belum begitu aktif semua, tapi sudah mulai lah, sekitar 50 persen sudah ada yang buka,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6).

Meski demikian, tamu yang hendak menginap di hotel masih minim. Baik dari lokal maupun dari luar Aceh. Sebab, warga masih enggan melakukan perjalanan ke Aceh.

Padahal kata dia, Aceh salah satu provinsi yang tingkat penularan virus coronanya masih minim. Sehingga, ia berharap para pelancong tidak enggan datang ke Aceh.

“Tamunya masih banyak kurang, jadi bukanya belum sempurna, kalau tamu luar belum ada. Orang masih takut-takut juga,” ucapnya.

Menurutnya, beroperasinya kembali bisnis perhotelan di Aceh juga untuk membangkitkan perekonomian, yang dimana selama tiga bulan terakhir bisnis hotel di Aceh redup. Bahkan, sebagian hotel terpaksa tutup dan merumahkan karyawannya.

“Harusnya aktif terus, agar ekonomi kita tidak melambat,” ucapnya.

Yusri bilang sebagian hotel tetap mempekerjakan karyawan tetapnya. Kecuali pekerja harian yang sudah dirumahkan. “Tapi dengan kemampuan karyawan yang sisa itu saya rasa bisa jalan,” ucapnya.

Ia mengimbau agar semua pemilik hotel di Aceh tetap memperhatikan protokol kesehatan. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Bireuen (KANALACEH.COM) – Kecelakaan tunggal mobil penumpang Hi Ace terjadi di Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Jumat (12/6). Dalam peristiwa itu, satu orang meninggal dunia. Kecelakaan itu akibat mobil menghantam tembok di jalan Banda Aceh – Medan. Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, kecelakaan tersebut menyebabkan bocah berumur 3 tahun asal Langsa meninggal dunia. “Meninggal dunia bernama Salsa, dan luka berat Yulisa Saputri, keduanya asal Kota Langsa,” ujar Dicky. Peristiwa itu terjadi saat Toyota HiAce yang dikemudikan Khaidir dan membawa 8 penumpang, melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan dengan kecepatan tinggi. Saat itu keadaan sedang hujan sehingga menyebabkan jalan licin dan tergenang air. “Sesampai di TKP dalam keadaan cuaca hujan, jalan licin dan saat melintasi genangan air dan bertabrakan dengan pagar tembok besi bengkel sisi kiri arah perjalanannya,” ujar Dicky. Bireuen (KANALACEH.COM) – Kecelakaan tunggal mobil penumpang Hi Ace terjadi di Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Jumat (12/6). Dalam peristiwa itu, satu orang meninggal dunia. Kecelakaan itu akibat mobil menghantam tembok di jalan Banda Aceh – Medan. Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, kecelakaan tersebut menyebabkan bocah berumur 3 tahun asal Langsa meninggal dunia. “Meninggal dunia bernama Salsa, dan luka berat Yulisa Saputri, keduanya asal Kota Langsa,” ujar Dicky. Peristiwa itu terjadi saat Toyota HiAce yang dikemudikan Khaidir dan membawa 8 penumpang, melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan dengan kecepatan tinggi. Saat itu keadaan sedang hujan sehingga menyebabkan jalan licin dan tergenang air. “Sesampai di TKP dalam keadaan cuaca hujan, jalan licin dan saat melintasi genangan air dan bertabrakan dengan pagar tembok besi bengkel sisi kiri arah perjalanannya,” ujar Dicky. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #mobil

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Related posts