Setelah 44 Tahun, Akhirnya Aceh Bisa Kelola Sendiri Migas Blok B

Ilustrasi blok migas. (netralnews.com)
--Ads--
loading...

Banda Aceh  (KANALACEH.COM) – Setelah melewati penantian panjang selama 44 tahun sejak 1976, Aceh akhirnya memiliki wewenang untuk mengambil alih pengelolaan minyak dan gas bumi Blok B di Aceh Utara.

Selama beberapa dekade terakhir, minyak dan gas bumi Blok B dikelola oleh Mobil Oil (belakangan menjadi ExxonMobil) sebelum kemudian pengelolaan dialihkan ke PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Namun kini pemerintah pusat telah merestui bahwa minyak dan gas bumi di lokasi itu dikelola oleh PT. Pembangunan Aceh (PEMA) yang merupakan Badan Usaha Milik Aceh.

Ads

Hal itu berdasarkan surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, bertanggal 17 Juni 2020, yang dikirimkan kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Dalam surat bernomor 187/13/MEM.M/2020 itu, PT PEMA diminta untuk mengajukan permohonan pengelolaan migas Blok B Aceh Utara kepada BPMA.

Dalam teknis pengelolaan, juga dibuka kemungkinan pengelolaan bersama dengan PT Pertamina Hulu Energi NSB (PHE).

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan hal itu bagian dari perjuangan keras yang diintensifkan selama dua tahun terakhir telah membuahkan hasil.

“Alhamdulillah. Ini hasil perjuangan panjang sejak 1976,” kata Nova, Jumat (19/6).

Nova berharap, hasil yang dicapai saat ini bisa menjadi berkah dan kebanggaan untuk masa depan rakyat Aceh yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Tim Negosiasi Pengelolaan Minyak dan Gas Blok B yang juga Kepala Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Mahdi Nur, menyebutkan diterbitkannya surat Menteri ESDM tersebut merupakan bentuk persetujuan pemerintah pusat bahwa Blok B sudah dapat dialih kelola kepada PT. PEMA pasca tanggal 17 November 2020 nanti.

“Saya atas nama ketua tim negosiasi Blok B mengucapkan terima kasih atas doa semua pihak. Sesuai arahan Bapak Plt. Gubernur Aceh, yang selalu berpesan kepada kami agar berkerja ikhlas demi Rakyat Aceh dan memperjuangkan ini sesuai  UU 11 tahun 2006 dan PP 23 tahun 2015 tentang pengelolaan bersama migas di Aceh,” ujar Mahdi.

Sesuai surat Meneteri ESDM, kata Mahdi, tugas selanjutnya yang harus dilakukan PT. PEMA adalah mempersiapkan dan melengkapi semua yang diperlukan untuk memenuhi syarat yang diperlukan sesuai ketentuan.

“Dan kita juga sangat mengharapkan ke depan PT. PEMA dapat mengembangkan ladang ladang migas yang belum didevelop oleh PHE di samping mengelola ladang Arun yang existing yang sekarang diproduksi oleh PHE,” ujar Mahdi. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Warga Aceh Selatan Ramai-ramai Beri Dukungan ke Pasien Positif Corona Aceh Selatan (KANALACEH.COM) – Warga Aceh Selatan ramai-ramai mendatangi Rumah Sakit Umum Yuliddin Away (RSUYA) di Tapaktuan, Kamis (18/6) untuk memberikan dukungan kepada seorang warga yang terkonfirmasi positif corona (Covid-19) berinisial RR (18) ⠀ Warga tersebut datang membentangkan spanduk yang bertuliskan kata-kata motivasi agar pasien tetap kuat untuk menghadapi virus tersebut. ⠀ Sebagian warga juga membawa bingkisan yang berisi makanan untuk pasien selama menjalani isolasi di rumah sakit ⠀ Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Selatan, Cut Syazalisma mengatakan, aksi dari warga tersebut bagian dari untuk menghapus stigma negatif terhadap pasien positif corona. Sehingga pasien tidak merasa dikucilkan oleh warga. ⠀ Sebagian warga yang datang juga sempat meneteskan air mata saat memberikan dukungan ke pasien, warga meneriakkan agar pasien tak berhenti untuk berdoa. Mereka juga menggelar aksi agar semua pasien positif corona di wilayah itu tidak dikucilkan, dan harus di support ⠀ “Warga memberikan dukungan agar bisa menguatkan dan memotivasi pasien dalam menghadapi situasi yang dialami. Ini juga bagian dari aksi untuk menghapus stigma buruk ke pasien positif Covid-19,” ujar Cut Syazalisma. ⠀ Cut Syazalisma mengatakan, pasien awalnya berkunjung ke Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara untuk urusan keluarga. Saat balik dari Deli Serdang, di pos perbatasan Aceh Selatan RR dilakukan rapid test, dan hasilnya reaktif. ⠀ Kemudian tim gugus tugas setempat melakukan uji swab, dan hasilnya positif corona. ⠀ “Dari tes rapit hasilnya reaktif, sehingga dilanjutkan dengang pengambilan Swab lewat PCR. Kemudian hasil PCR ternyata positif Covid-19 sehingga kita menempatkan RR di ruang isolasi RSUDYA,” katanya. [Randi] . ⠀ —baca selengkapnya di www.kanalaceh.com– . .Video: BPBD Aceh Selatan . #aceh #acehselatan #subulussalam #acehjaya #meulaboh #naganraya #acehsingkil #abdya #bandaaceh #acehbesar #sabang #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #simeulue #Covid_19 #corona #virus #dirumahaja

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on