Sekolah Madrasah di Abdya Kembali Aktif

Adihar, Kasie Pendis Pendidikan Agama Islam. Kemenag Abdya. (Kanal Aceh/Jimi Pratama)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Sejumlah sekolah Madrasah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan kembali aktif seiring memasuki kalender tahun ajaran baru 2020/2021. Hanya dua pekan lagi Madrasah akan mulai aktif di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Memang kita akui tahun ajaran baru sekitar dua pekan lagi. Tapi apapun bisa terjadi nanti, apakah tetap belajar di rumah atau tatap muka di Madrasah. Intinya kita akan tunggu keputusan Pemkab Abdya dan Kanwil Aceh serta pihak gugus,”ucap Kepala Kemenag Abdya Iqbal Muhammad melalui Kasie Pendis Pendidikan Agama Islam, Adihar, Jumat (3/7).

Menurutnya, masalah pandemi virus Covid-19, Abdya sendiri saat ini sudah masuk zona hijau. Itu artinya, pihak Kemenag dalam tahun ajaran ini sudah sangat siap.

Ads

“Kami belajar tatap muka siap dan belajar daring (belajar di rumah) juga siap. Tapi kami akan menerapkan mengunakan protokol kesehatan nantinya,”sebut Adihar.

Selain itu dijelaskannya, dalam menerapkan protokol kesehatan, siswa diminta tetap memakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan nantinya di Madrasah yang akan disediakan.

Kemudian kalau nantinya ada keputusan belajar secara tatap muka di Madrasah, maka pihak Kemenag sudah siap dengan berbagai langkah seperti akan menerapkan pola sift misalkan satu kelas ada 40 siswa, maka 20 siswa akan belajar tatap muka pada Hari Senin dan 20 siswa lagi akan belajar daring di rumah. Keesokannya Harinya, yang di rumah akan tatap muka di Madrasah.

Untuk mendukung tahun ajaran baru, pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Termasuk tentang kurikulum darurat sesuai SK Dirjen. Yaitu, kalau kurikulum normal belajar 8 jam, darurat 4 jam tapi tidak mengurangi jumlah mata pelajaran tapi hanya durasi pertemuan berkurang dari 45 menit jadi 40 (untuk Madrasah Tingkat MAN). MTsN dari 35  menjadi 30 dan MIN dari 30 jadi 25 menit.

Adihar juga menjelaskan, untuk Madrasah tingkat MIN yang mempunyai siswa banyak akan memakai sift perkelas seperti misalkan, Hari Senin akan belajar tatap muka untuk kelas satu hingga tiga.

Sementara kelas empat hingga enam akan belajar tatap muka keesokan harinya, intinya yang tidak belajar tatap muka akan belajar secara daring di rumah. [Jimi Pratama]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Badan Pusat Statistik mencatat pada bulan Mei 2020, Aceh melakukan impor garam, belerang, kapur sebesar US$ 244 ribu atau sebesar 99,36 persen dari total impor non migas dari negara Thailand. Kepala BPS Aceh, Ihsanurijal mengatakan, impor barang non migas itu tercatat di bulan Mei 2020. “Nilai impor komoditi non migas paling besar adalah kelompok komoditi Garam, Belerang, Kapur yaitu sebesar US$ 244 ribu atau sebesar 99,36 persen dari total impor non migas dengan jenis komoditi utamanya adalah Gypsum, anhydrite (Gipsum),” ujar Ihsanurijal dalam keterangannya, Kamis (2/7). Sementara itu, secara keseluruhan, nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 adalah sebesar US$ 245 ribu. Provinsi Aceh tidak melakukan impor komoditas migas pada bulan Mei, hanya melakukan impor komoditas non migas. Selain impor, BPS juga mencatat nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan April 2020, nilai ekspor Provinsi Aceh sebesar US$ 15.359 USD atau mengalami penurunan sebesar 25,14 persen. “Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Mei 2019 menunjukkan penurunan sebesar 63,23 persen. Sementara itu nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 tercatat sebesar US$ 245, nilai ini mengalami penurunan sebesar 31,41 persen dibandingkan bulan April 2020. Apabila dibandingkan dengan nilai impor pada bulan Mei 2019 menunjukkan penurunan sebesar 89,97 persen,” ujarnya. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #impor #garam #thailand #perekonomian #ekspor #neracaperdagangan #internasional #komoditas #ekonomi

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on