Proses Inventarisir Tanah Perluasan Bandara Aceh Singkil Capai 60 Persen

Ilustrasi, Bandara Syekh Hamzah Fansyuri. (Foto: Dishub Aceh)
--Ads--
loading...

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Proses inventarisir tanah perluasan runway Bandara Syekh Hamzah Fansuri Aceh Singkil hingga kini baru mencapai 60 persen.

Kabid Pengukuran Dinas Pertanahan Aceh Singkil Harfin mengatakan, proses inventarisir tanah masyarakat saat ini baru mencapai 8,16 hektar dari 13,6 hektar yang dibutuhkan untuk perluasan bandara.

“Luasan yang telah diukur kisaran sekitar 8,16 hektar, tersisa sekitar 5,44 hektar,” kata Harfin saat rapat bersama dinas terkait di Oproom Kantor Bupati Aceh Singkil, Jum’at (3/7).

Ads

Baca: Aceh Singkil Kebut Perluasan Runway Bandara Syekh Hamzah Fansuri

Harfin mengungkapkan kendala yang dihadapi pihaknya dalam menginventarisir tanah ialah banyak tanah masyarakat yang tidak diketahui siapa pemiliknya.

“Dulunya dilokasi tanah perluasan bandara merupakan pemukiman penduduk, dimana mereka sudah pindah dan tidak tau lagi kemana mereka pindah,” ucapnya.

Baca: Dewan Kebut Persiapan Penyerahan Aset Bandara Syekh Hamzah Fansuri ke Kemenhub

Dinas Pertanahan kata Harfin sudah melakukan upaya publikasi pemberitahuan melalui media online, dan baru disahuti oleh dua orang pemilik tanah.

Kepala Desa Kampung Baru, Selamat mengatakan, dulunya di tanah yang akan dijadikan perluasan bandara merupakan Perkampungan Penduduk Pagar Alam. Mereka kini sudah berpindah ke Kampung Lae Mate di Subulussalam.

“Pendudukan sudah pindah ke Kampung Lae Mate di Subulussalam, rencananya bersama dinas terkait akan dijumpai ke Subulussalam agar jelas,”

Sementara Asisten I Setdakab Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Junaidi mengingatkan kepada dinas terkait agar merumuskan terlebih dahulu anggarannya sebelum menentukan ganti rugi tanah.

“Dirumuskan anggarannya terlebih dahulu supaya jelas sebelum diumumkan ke masyarakat,” jelasnya. [Khadafi]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melepas keberangkatan salah satu personel terbaiknya, yang akan bertugas sebagai pasukan perdamaian ke Afrika Tengah dalam Misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Briptu Yuni Lestari, Polwan kelahiran Palembang, Sumatera Selatan 16 Juni 1995 silam menjadi anggota Polri tahun 2014 di Pusdik SPN Lido Polda Metro Jaya asal pengiriman Polda Sumatera Selatan. Setelah menyelesaikan berbagai kegiatan di pusat pendidikan Lido, Yuni Lestari sah menyandang pangkat Bripda tanggal 29 Desember 2014 silam. Bripda Yuni Lestari menempati tugas perdana nya di Polda Aceh dan ditempatkan di Polresta Banda Aceh sejak awal Januari 2015. Kapolresta Banda Aceh mengatakan, Briptu Yuni Lestari, selama di Polresta Banda Aceh bertugas di Unit Ranmor Sat Reskrim. “Briptu Yuni Lestari sejak tahun 2015 sudah berdinas di Polresta Banda Aceh, dan selama berdinas berkelakuan baik dan rajin. Yuni juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif dan bahasa Perancis pasif, karena ianya pernah mengikuti pelatihan di Instituts Francais Indonesia (IFI) Jakarta Selatan,” sebut Kapolresta Banda Aceh Trisno Riyanto dalam keterangannya, Jumat (3/7). Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #briptu #penugasan #abdinegara #polresta #dinas #misi perdamaian #polda #pandemic #minusca

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada