Ulama Aceh yang Positif Corona Kondisinya Mulai Membaik

Ilustrasi, pasien corona. (foto: pojoksatu)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Seorang ulama karismatik di Provinsi Aceh positif terpapar COVID-19 beberapa waktu lalu, kini kondisinya terus membaik dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Kota Banda Aceh.

“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik, sudah bisa duduk, bisa berkomunikasi dengan keluarga melalui WA (whatsapp),” kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Zainoel Abidin Kota Banda Aceh, dr Endang Mutiawati seperti dilansir laman Antara, Senin (27/7).

Ulama Aceh tersebut berinisial HB, 71 tahun, yakni salah satu pimpinan pesantren di kawasan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Pasien ini dirujuk dari Bireuen ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Selasa (21/7) malam.

Ads

Baca: Seorang Ulama Asal Bireuen Terkonfirmasi Positif Corona

Menurut Endang, ketika masuk ke rumah sakit, ulama mengalami keluhan sesak nafas dan batuk. Kemudian hasil foto thorax pasien juga terlihat sedikit corak yang disebabkan karena peradangan.

Sehingga pasien positif COVID-19 ke 150 di Aceh tersebut harus mendapat perawatan di ruang respiratory intensive care unit (RICU).

“Sekarang sudah bisa duduk, sudah bisa berkomunikasi, sesak sudah hilang, nafsu maka sudah mulai membaik,” katanya.

Kata Endang, pihak rumah sakit juga terus melakukan uji sampel usap (swab) ulangan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dalam standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien COVID-19.

“Hasil usapan ulangan masih positif, nanti diusap lagi. Yang penting kondisinya terus membaik, Insya Allah sembuh,” ujar Endang, menjelaskan. []

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh meminta pihak rumah sakit (RS) mengakomodir keluarga jenazah untuk ikut melaksanakan salat fardhu kifayah sesuai protokol kesehatan. Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah memanggil pihak rumah sakit di Aceh untuk menjelaskan tata cara mengurus jenazah Covid-19. Dari hasil pertemuan itu, kata dia, ada hal yang harus diperbaiki. “Ada beberapa hal yang kita minta untuk diperbaiki. Misalnya, salat jenazah, kita berharap pihak rumah sakit agar mengakomodir pihak keluarga yang ingin melaksanakan salat,” ujar Faisal Ali saat dikonfirmasi Jumat (24/7). MPU Aceh juga menyoroti komunikasi pihak rumah sakit dengan keluarga jenazah Covid-19, yang dinilai kurang baik dan perlu diperbaiki. Misalnya, pihak rumah sakit harus menyampaikan kabar duka ke keluarga jenazah dengan cara yang humanis sesuai kearifan lokal Aceh. Tgk Faisal Ali bilang hal itu tidak terlepas dari dua kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh beberapa waktu lalu. Di mana keluarga jenazah tetap bersikeras untuk mem fardhu kifayah kan saudara mereka di rumah atau di tempat pemakaman umum. Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #akomodasi #apd #jenazah #shalatjenazah #covid19 #protokolkesehatan #mendiang #rumahsakit #rsuza

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on