Cerita Petugas Medis di Subulussalam, Perketat Perbatasan Aceh-Sumut

(Kanal Aceh/Satria Tumangger)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Meningkatnya jumlah warga Subulussalam yang terkonfirmasi positif Covid-19, memaksa semua elemen harus berperan aktif untuk membantu memutus rantai penyebaran virus Pandemi Covid-19.

Untuk mencegah penularan itu, perbatasan Aceh dengan provinsi Sumatera Utara tepatnya di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan juga telah dijaga ketat sejak 4 Agustus 2020 oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Dinas kesehatan, Puskesmas, Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP serta unsur TNI dan POLRI.

Seorang Petugas dari puskesmas Simpang Kiri Sarina Silvia Berutu mengatakan, penjagaan dilakukan 24 Jam secara bergantian terdiri dari 3 shift per hari, masing-masing shift bertugas selama 8 jam setiap harinya.

Ads

Sarina didampingi rekannya dari dinas kesehatan Cut Nina Mutia menjelaskan, siapa saja yang masuk ke kota Subulussalam walaupun hanya melintas, tetap harus memakai masker dan harus bisa menunjukkan surat sehat, jika tidak, maka akan disuruh putar balik arah.

Setelah diperiksa surat sehat, lanjut Sarina, lalu kemudian masuk kedalam ruang pengecekan suhu tubuh, jika yang bersangkutan panas tinggi atau demam, maka akan dirawat hingga panasnya turun atau dinyatakan sembuh baru diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Jika yang bersangkutan masih dalam keadaan tidak sehat, maka akan dirujuk ke puskesmas atau ke RSUD Kota Subulussalam.

“Siapa saja yang hendak melintasi atau masuk ke kota Subulussalam wajib menggunakan masker dan harus membawa surat sehat, jika tidak, kami suruh putar balik arah,” kata Sarina.

Warga Kota Subulussalam yang hendak bepergian ke luar dan yang akan kembali lagi hanya menahan KTP saja, sekembali dari luar, maka KTP yang bersangkutan akan dikembalikan tanpa harus menunjukkan surat sehat.

Tak terlepas dari kendala dan hambatan, menurut Sarina, petugas disana juga sering dibentak, dimarahi bahkan nyaris mendapat kekerasan dari para pengendara yang bersikeras tak bisa menunjukkan surat sehat. Namun sejauh ini masih bisa diamankan oleh petugas TNI dan POLRI yang berjaga.

Hari ini, Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Subulussalam di pendopo wali kota setempat kembali mengumumkan telah terjadi penambahan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19.

Jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Subulussalam hingga saat ini berjumlah 18 orang. Dengan rincian 8 orang dinyatakan sembuh, 7 orang masih dirawat dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia. [Satria Tumangger]