Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Unit Identifikasi Forensik (Inafis) Satreskrim Polresta Banda Aceh menemukan sejumlah barang bukti saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pengrusakan dan dugaan pembakaran fasilitas Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah botol yang terbakar dan mengeluarkan aroma khas hidrokarbon. Selain itu, petugas juga menemukan batu, potongan kayu, serta gir sepeda motor yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan olah TKP dilakukan selama dua hari untuk mengungkap penyebab kebakaran dan mendalami kerusakan yang terjadi di lingkungan Fakultas Pertanian USK.
BACA: Dua Mahasiswa Jadi Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK
“Beberapa barang bukti telah dibawa ke Laboratorium Forensik Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut,” kata Dizha, Kamis (4/6).
Menurutnya, kegiatan olah TKP turut didampingi pihak Fakultas Pertanian USK. Tim forensik melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah gedung yang terdampak kerusakan maupun kebakaran.
Pada hari pertama, Rabu (3/6), tim memeriksa sejumlah bangunan di kawasan fakultas dan menemukan kerusakan pada pintu, kusen, serta jendela kaca yang pecah. Di sekitar lokasi juga ditemukan batu dan kayu yang diduga digunakan untuk melakukan pengrusakan terhadap Gedung F, G, dan H.
Sementara itu, pada Gedung E yang merupakan area pintu masuk Fakultas Pertanian lama, petugas tidak menemukan adanya kerusakan maupun bekas kebakaran. Tim kemudian melanjutkan pemeriksaan ke laboratorium yang terbakar untuk mencari sumber penyebab kebakaran sekaligus mengumpulkan sampel yang akan diuji secara laboratoris.
Pemeriksaan berlanjut pada Kamis (4/6) dengan menyasar kawasan Fakultas Pertanian yang baru. Tim memfokuskan penyelidikan pada Gedung A, B, C, dan D serta sejumlah bangunan lain yang berada di area tersebut guna mengidentifikasi penyebab kebakaran dan bentuk kerusakan yang terjadi.
“Saat melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut, ditemukan sejumlah barang bukti di Gedung B yang diduga berkaitan dengan terjadinya kebakaran maupun aksi pengrusakan, di antaranya botol yang terbakar dan tercium bau khas hidrokarbon, batu, kayu, serta gir kendaraan,” ujar Dizha.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran dan pengrusakan yang terjadi. “Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk melengkapi penyidikan. Ini penting agar penanganan kasus berjalan berdasarkan bukti ilmiah,” katanya.






