Diserbu Tikus, 8 Hektare Tanaman Padi di Abdya Gagal Panen

  • Whatsapp

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Sedikitnya delapan hektare tanaman padi di Desa Tengah dan Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), alami gagal panen akibat meningkatnya serangan hama tikus saat tanaman padi tengah mengeluarkan malai. kamis (15/7)

Sekitar delapan hektare lahan sawah di dua desa tersebut sudah mulai digarab kembali oleh petani, lantaran tanaman padi yang mereka tanam pada Musim Tanam (MT) gadu tahun 2021 gagal panen akibat serangan hama tikus. 

Tikus tidak saja ‘menyerang’ tanaman padi muda, tetapi juga mengoroti tanaman padi yang sudah mendekati masa panen, sehingga petani daerah itu terpaksa membajak kembali sawah mereka untuk menutupi kerugian yang telah dikeluarkan pada masa tanam sebelumnya. 

“Musim tanam tahun ini banyak tanaman padi milik petani gagal panen. Disamping akibat diserang hama tikus, tamanan padi yang sudah mendekati masa panen juga digerogoti hama burung pipit,” kata salah seorang petani di Kecamatan Manggeng, Darwis. 

Darwis mengaku telah berupaya berbagai cara untuk antisipasi serangan hama tikus tersebut, mulai dengan metoda tradisonal hingga menggunakan berbagai macam obat pembasmi tikus dengan harapan hama pengerat itu tidak terus mengigit tanaman padi petani. 

Namun, apa hendak dikata, upaya dilakukan sia-sia. Binatang pengganggu tersebut semakin ganas “menyerang’ sehingga petani tidak dapat mempertahankan lagi tanaman padi yang telah mereka tanam itu dan terpaksa dibajak ulang untuk ditanami benih baru.   

“Mungkin masa tanam kali ini terparah bagi kami jika dibandingkan dengan masa tanam tahun-tahun sebelumnya. Tapi ya sudahlah, kami terpaksa membajak kembali untuk melanjutkan musim tanam tahun ini,” ungkap Darwis. 

Darwis berharap kepada instansi terkait khususnya penyuluhan agar memberi pendampingan pada fase penanaman ulang tersebut. Tujuannya agar tanaman padi yang ditaman petani pada fase kedua ini bisa mendapat hasil maksimal dan selamat dari ancaman hama tikus.  

“Kalau tidak dilakukan, maka bisa kami pastikan akan terjadi gagal panen lagi akibat serangan hama. Kami petani merugi lantaran biaya sudah kami keluarkan mulai dari proses pembajakan, pemeliharan hingga tanaman padi sudah mengeluarkan malai cukup besar,” ucapnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya Nasruddin dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan perihal serangan hama tikus hingga menyebabkan lahan sawah pada dua desa di Kecamatan Manggeng harus dibajak kembali. 

“Informasi saya dengar memang ada petani di Manggeng menggarab kembali sawah mereka akibat serangan hama tikus. Tapi, saya belum menerima laporan resmi dari kelompok tani dari daerah itu. Nanti saya cros cek ke lapangan ya,”.

Related posts