DPRA Siap Beri Rekomendasi Mendagri Untuk Pecat Sekda Jika Dana BOS Dihentikan

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian. (IST/ajnn)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pimpinan DPR Aceh juga meradang mengetahui bahwa Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah yang mengancam akan menghentikan dana operasional sekolah (BOS) jika guru dan kepsek tak bisa sukseskan vaksinasi terhadap siswa. Ditambah pernyataan Kadisdik Aceh yang dinilai ‘mengancam’ kepsek.

Wakil Pimpinan DPR Aceh, Hendra Budian juga mengkritik gaya komunikasi pejabat tersebut yang ia nilai sangat buruk. Menurutnya, ancaman yang ditujukan ke kepala sekolah dan guru itu arogan.

“Menurut saya itu bernada ancaman bahkan tidak berlebihan jika kita menyebut arogan terhadap para kepala sekolah di Aceh terkait target vaksinasi siswa di sekolah-sekolah,” kata Hendra Budian dalam keterangannya, Kamis (23/9).

Dari pertemuan pihaknya dengan PGRI Aceh, akibat pernyataan Kadisdik Alhudri dan Sekda Aceh Taqwallah berpotensi melahirkan konflik horizontal dan vertical antara kepala sekolah dan guru. Kemudian antara guru dan orang tua murid.

Kata dia, pernyataan tersebut juga terbukti membuat kegaduhan dan ketakutan dikalangan Kepala Sekolah bahkan para pendidik di seluruh Aceh.

“Pernyataan tersebut akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan, bukan tidak mungkin akan menjadi kebiasaan, menjadikan “Ancaman” sebagai faktor penentu keberhasilan sebuah kebijakan,” kata dia.

Untuk itu pihaknya memastikan tidak ada pecat-memecat dan penghentian dana BOS. Jika Sekda Aceh tetap ngotot untuk menghentikan dana tersebut, pihaknya juga akan menghentikan atau mengurangi anggaran di Sekretariat Daerah Aceh.

“Saya akan memastikan bahwa tidak ada pecat-memecat atau penghentian dana BOS. Kalau saudara Sekda Aceh mengancam akan menghentikan dana BOS apabila target vaksinasi tidak tercapai, maka kami di DPR Aceh juga akan menggunakan cara yang sama untuk mengurangi bahkan menghentikan anggaran Sekretariat Daerah Aceh.”

“Bahkan kita juga bisa memberi rekomendasi kepada Presiden dan Menteri Dalam Negeri untuk memecat saudara Sekda Aceh,” tambah Hendra.

Seharusnya, lanjut dia ditengah situasi yang penuh tekanan yang dialami oleh para tenaga pendidik, proses belajar-mengajar yang harus beradaptasi dengan situasi pandemi, yang mengharuskan para guru berkerja lebih ekstra, para pihak seharusnya bisa menggunakan pendekatan yang lebih persuasif.

“Saya kira, semua kita sepakat untuk terus menggenjot target vaksinasi, semakin cepat kita bisa menekan laju penyebaran pandemi, maka semakin cepat pula ekonomi bisa bangkit. Tapi ingat, tangung jawab vaksinasi adalah tanggung jawab semua pihak. Bukan hanya tanggung jawab Guru dan Tenaga Kesehatan saja. Kita semua bertanggung jawab,” katanya.

Related posts