Akmal Ibrahim : Putra Terbaik Abdya Harus Ikut Daftar Lelang Jabatan Sekda

  • Whatsapp

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Bupati Abdya, Akmal Ibrahim mengajak semua pihak untuk mendorong putra-putri terbaik Kabupaten Aceh Barat Daya untuk ikut mendaftar dalam lelang jabatan Sekretaris Daerah (sekda) defenitif yang akan dibuka dalam beberapa minggu kedepan.

Saat ini posisi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) diduduki oleh Salman Alfarisi guna mengisi kekosongan sementara pasca ditinggalkan oleh Drs Thamrin.

Hal ini agar nanti pendaftar tidak hanya orang luar Abdya saja, sebab jika hanya orang luar yang daftar, tentu yang akan lolos dan dipilih oleh gubernur sebagai Sekda definitifak orang luar.

“Yang perlu sekarang dorong orang kita mendaftar. Banyak sekarang yang tid mau, karena takut beresiko. Saat ink ini Plt sekda juga belum tentu mau daftar,” kata Bupati Akmal di aula kantor dewan setempat, Selasa (12/11).

Akmal mengaku hal ini membuatnya pening. Kata dia, syarat untuk menjadi Sekda berat, sebab harus golongan Eselon lVb. Tidak hanya itu, syarat lain juga harus sudah pernah dua kali menduduki jabatan Eselon ll.

“Banyak yang takut. Selain itu kriteria yang memenuhi syarat seperti itu susah di Abdya, kader kita kurang. Artinya saya menganti Drs Thamrin karena terpaksa, karena tidak ada pilihan. Makanya, saya minta publik jangan dilihat dari sudut mata kepentingan,” sebutnya.

Saat ini sekda sekarang itu Plt, dia diberi pekerjaan tambahan, tapi insentif tetap. Salman juga tidak senang sekali dengan jabatan itu.

“Saya pernah diskusi dengan Sekda Thamrin, hasilnya banyak dibawah Drs Thamrin tidak siap. Apakah saya harus ambil dari luar. Salman itu Plt, dia buka Sekda tapi melaksanakan tugas Sekda,” sebutnya.

Katanya dalam satu atau dua minggu kedepan izin KSN akan keluar terkait pelaksanaan lelang jabatan Sekda Abdya. Orang-orang kita ikut siapa mau dan setelah dilelang, itu timnya dari luar.

“Tiga nama yang lolos nanti oleh tim diberikan kesaya, untuk saya kirim ke Gubernur Aceh, yang pilih gubernur, jadi suka-suka gubernur, bukan saya,”.

Related posts