Pemko Banda Aceh Diminta Terapkan Sistem Parkir Non Tunai

by danirandi

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mendesak pemerintah setempat segera menerapkan sistem parkir non tunai atau elektronik di wilayah ibu kota provinsi Aceh ini.

“Dinas Perhubungan sudah harus mempersiapkan berbagai kelengkapan sistem perparkiran, terutama alat pendukung sistem parkir berbasis elektronik itu,” kata Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Teuku Arief Khalifa seperti dilansir laman Antara, Selasa (21/6).

Arief mengatakan, parkir elektronik tersebut semestinya sudah diterapkan mengingat Qanun (peraturan daerah) tentang Parkir Non Tunai itu telah disahkan setahun lalu.

“Jadi hari ini kita mendesak dinas terkait untuk menguji pelaksanaan sistem parkir tersebut dengan ruas Jalan Diponegoro sebagai pilot project sistem parkir non tunai,” ujarnya.

Kata Arief, parkir nontunai perlu segera direalisasikan sebagai langkah memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perparkiran.

Dengan terealisasinya sistem parkir digital, selain memudahkan penghitungan juga akan mengurangi potensi kebocoran PAD.

Selain itu, Arief juga meminta pemerintah kota untuk mengkaji mekanisme yang memungkinkan petugas parkir mendapat gaji bulanan.

“Dengan begitu akan lebih menggaransi perekonomian para petugas parkir dibandingkan dengan sistem existing seperti sekarang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Banda Aceh Wahyudi menyampaikan bahwa pihaknya akan menerapkan parkir non tunai di seluruh kawasan di Kota Banda Aceh. Namun, sebagai pilot project atau proyek percontohan diterapkan di Jalan Diponegoro di area Pasar Aceh.

“Kita ingin melihat bagaimana efektivitas dari penerapan sistem ini. Jadi sebelum kita terapkan di seluruh kota, kita ingin melihat dulu berapa potensi parkir yang sebenarnya untuk mengurangi tingkat kebocoran parkir di Banda Aceh,” kata Wahyudi.

Wahyudi menjelaskan, Jalan Diponegoro merupakan salah satu kawasan yang menjadi pusat bisnis atau perdagangan di Banda Aceh, sehingga pihaknya ingin melihat tingkat pendapatan dari sektor parkir di kawasan ini.

“Rencana ini akan direalisasikan pada tahun ini, dalam hal ini juga akan segera disiapkan peralatan kemudian melakukan pelatihan bagi para jukir,” ucapnya. (Ant)

You may also like