Pidie Jaya (KANALACEH.COM) – Korban bencana di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh tetap khusyuk beribadah salat tarawih malam pertama ramadhan tahun ini meski di musala darurat, Rabu (18/2).
Mereka terpaksa beribadah di tempat darurat karena masjid yang selama ini digunakan untuk salat masih tertimbun lumpur tebal dan belum dibersihkan sepenuhnya.
Wakil Kepala Imam Musala Desa Manyang Cut, Jailani bersyukur karena musala darurat yang dibangun bisa selesai sebelum ramadhan tiba.
“Ini malam tarawih pertama, saya terima kasih banyak karena sudah dibangunmeunasah darurat ini,” katanya.
“Dengan adanya meunasah darurat ini, ya, bisa malam pertama inilah kita salat tarawih. Meunasah sebelumnya tidak bisa dipakai lagi, karena ada banjir,” lanjut Jailani.
Dia menyebut meunasah darurat ini bisa menampung sekitar 50 jemaah laki-laki dan perempuan. Salat tarawih di meunasah ini tetap berlangsung khusyuk.
Suasana ibadah pada malam pembuka Ramadan kali ini terasa sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jemaah yang biasanya memadati ruangan, kini hanya terpantau terisi dua saf.
“Ramadan kali ini kami tentu sangat berbeda. Ini keadaan sangat duka karena musibah, tapi terpaksa kami salat di meunasah darurat,” ucapnya.






