Banda Acen (KANALACEH.COM) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh memastikan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Aceh telah pulih sepenuhnya setelah sempat mengalami gangguan akibat masalah pada jaringan transmisi.
Kepastian itu disampaikan PLN UID Aceh melalui keterangan resmi pada Minggu (24/5) pukul 05.07 WIB.
“PLN UID Aceh menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh stakeholder serta kesabaran masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” tulis PLN dalam keterangannya.
Sebelumnya, gangguan terjadi pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi pada Sabtu (23/5), yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Aceh.
General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra mengatakan proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga sebagian besar infrastruktur utama kelistrikan kembali beroperasi.
“Dari total 21 Gardu Induk (GI) di Aceh, saat ini 19 GI telah bertegangan. Tinggal dua GI yang masih dalam tahap penormalan, yakni GI Samadua dan GI Blangpidie,” kata Eddi.
Ia menambahkan, GI Singkil kini telah kembali bertegangan dan memasuki proses pembebanan secara bertahap.
PLN juga memastikan pasokan listrik di Banda Aceh mulai kembali normal. Saat ini suplai listrik untuk ibu kota Provinsi Aceh tersebut telah mencapai 61 megawatt (MW) dari rata-rata kebutuhan beban pagi sekitar 80-90 MW.
Pasokan listrik Banda Aceh disuplai melalui GI Banda Aceh, GI Ulee Kareng, GI Krueng Raya, dan GI Jantho.
Untuk memperkuat sistem kelistrikan, PLN turut mengoperasikan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh.
Beberapa PLTD yang telah dioperasikan antara lain PLTD Lueng Bata berkapasitas 7,7 MW, PLTD Ulee Kareng 12 MW, dan PLTD Krueng Raya 7 MW.
Selain itu, PLN juga mengoperasikan PLTD Ayangan di Aceh Tengah serta PLTD isolated di Kota Fajar dengan total beban mencapai 2,4 MW.
Di sisi lain, PLN memastikan sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue tetap normal dan tidak terdampak gangguan tersebut.
