Warga Tewas Diduga Tersengat Listrik, DPRK Banda Aceh Desak PLN Tak Lepas Tangan

Di hadapan Irwandi, GM PLN Aceh sebut kondisi listrik normal
Ilustrasi listrik. (Sindonews)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang warga yang diduga tersengat aliran listrik dari kabel telanjang di sekitar tiang baliho depan Terminal Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (14/6).

Tuanku meminta PT PLN (Persero) memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab insiden yang merenggut nyawa warga tersebut serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga dalam musibah ini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, kami meminta PLN untuk bertanggung jawab dan memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab kejadian tersebut,” kata Tuanku dalam keterangannya.

Ia menegaskan, apabila hasil investigasi nantinya menemukan adanya kabel listrik terbuka atau instalasi yang tidak memenuhi standar keselamatan, maka persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius dan segera dievaluasi.

Menurutnya, keberadaan kabel listrik yang terbuka dan berada di sekitar fasilitas publik seperti tiang baliho, papan reklame maupun sarana umum lainnya berpotensi membahayakan masyarakat dan dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Karena itu, Tuanku mendesak PLN bersama instansi terkait melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

“Kami meminta PLN bersama instansi terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Jangan sampai ada kelalaian yang mengancam keselamatan warga. Hasil investigasi harus disampaikan secara transparan kepada publik,” ujarnya.

Selain investigasi, Komisi III DPRK Banda Aceh juga meminta dilakukan audit terhadap jaringan listrik yang berada di kawasan publik, khususnya yang berdekatan dengan baliho, reklame, pasar, sekolah, dan fasilitas umum lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat.

Menurut Tuanku, insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi bersama agar seluruh jaringan listrik yang berpotensi membahayakan warga segera diperbaiki dan diamankan.

“Jangan menunggu jatuh korban berikutnya. Seluruh jaringan yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera diperbaiki dan diamankan,” katanya.

Sebagai pimpinan Komisi III DPRK Banda Aceh yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik, Tuanku mengaku akan mendorong koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan adanya langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan kelistrikan di Kota Banda Aceh.

Ia juga berharap keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan. Ke depan, kami ingin ada komitmen yang lebih kuat dari semua pihak agar keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama,” tutupnya.

Related posts