Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Proses pemulangan jemaah haji Aceh musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi terus berlangsung. Hingga Sabtu, 20 Juni 2026, sebanyak 1.959 jemaah telah kembali ke Tanah Air melalui Embarkasi/Debarkasi Aceh, sementara delapan kloter masih berada di Madinah dan satu kloter terakhir masih berada di Makkah.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan seluruh proses pemulangan jemaah yang telah tiba di Aceh berjalan aman, tertib, dan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, kloter 1 sampai kloter 5 dengan jumlah 1.959 jemaah haji Aceh dari berbagai kabupaten/kota telah tiba kembali di Bumoe Aceh. Seluruh proses pemulangan berjalan sesuai jadwal, tertib, dan lancar,” kata Arijal dalam keterangannya.
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh, total jemaah haji Aceh yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini mencapai 5.484 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 jemaah dilaporkan wafat saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Saat ini, sebanyak 3.117 jemaah masih berada di Madinah. Mereka terdiri atas jemaah kloter BTJ-6 hingga BTJ-12 yang sedang menjalani rangkaian ibadah dan ziarah di Kota Nabi, serta jemaah BTJ-13 yang telah bergerak dari Makkah menuju Madinah.
Sementara itu, BTJ-14 menjadi satu-satunya kloter Aceh yang masih berada di Makkah dengan jumlah 389 jemaah. Kloter terakhir tersebut dijadwalkan berangkat ke Madinah pada Minggu (21/6) pagi waktu Arab Saudi.
Namun, satu jemaah BTJ-14 yang baru menjalani operasi masih harus mendapatkan perawatan di Makkah. Karena itu, hanya 388 jemaah yang akan diberangkatkan bersama kloter tersebut, sedangkan satu jemaah lainnya akan menyusul setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Jika kondisi kesehatannya membaik dalam beberapa hari ke depan, jemaah tersebut akan diberangkatkan ke Madinah untuk bergabung kembali dengan BTJ-14 dan selanjutnya pulang ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah,” ujar Arijal.
PPIH Aceh juga mencatat masih terdapat delapan jemaah yang menjalani perawatan, terdiri atas lima jemaah di Makkah dan tiga jemaah di Madinah. Kondisi mereka terus dipantau oleh petugas haji bersama pihak rumah sakit setempat.
Arijal menegaskan pihaknya terus memastikan seluruh layanan debarkasi berjalan optimal hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.
“Kami terus memastikan kesiapan seluruh layanan Debarkasi Aceh dalam melayani dhuyufurrahman. Koordinasi intensif dilakukan dengan PPIH Arab Saudi, PPIH Pusat, petugas kloter, serta seluruh unsur PPIH Debarkasi Aceh agar proses pemulangan jemaah berjalan aman, nyaman, dan lancar,” katanya.
Saat ini, tersisa delapan kloter jemaah Aceh di Madinah dan satu kloter di Makkah. Setelah BTJ-14 diberangkatkan ke Madinah, seluruh jemaah Aceh akan terpusat di Kota Nabi sebelum dipulangkan secara bertahap ke Tanah Air melalui Debarkasi Aceh.
