Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Aceh membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab kelangkaan semen dan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir setiap tindakan yang sengaja memicu gangguan distribusi dua komoditas strategis tersebut.
“Apapun bentuk perbuatannya yang merugikan masyarakat, pasti diambil tindakan,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi di Banda Aceh, Kamis (30/7).
Nurlis mengatakan setiap indikasi pelanggaran akan didorong untuk diproses aparat penegak hukum. Menurutnya, pemerintah memahami keresahan masyarakat karena kelangkaan BBM maupun semen dapat mengganggu aktivitas ekonomi, pembangunan, hingga kebutuhan sehari-hari.
Ia menjelaskan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun membentuk tim untuk mengurai persoalan tersebut.
Tim itu berada di bawah koordinasi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Teuku Robby Izra dengan melibatkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Teuku Adi Darma, Kepala Dinas ESDM Aceh Asnawi, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Zaini.
Untuk menelusuri penyebab kelangkaan semen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah meminta penjelasan kepada PT Solusi Bangun Andalas selaku produsen Semen Andalas.
Berdasarkan keterangan perusahaan, dalam beberapa waktu terakhir terjadi lonjakan permintaan semen di sejumlah daerah sehingga stok lebih cepat terserap. Sementara itu, aktivitas produksi disebut tetap berjalan normal tanpa kendala.
Meski demikian, Pemerintah Aceh menyatakan akan menelusuri persoalan distribusi hingga ke tingkat pengecer.
“Tentu saja jika ditemukan perbuatan yang menyebabkan keresahan di tengah masyarakat akan diambil tindakan, dan melibatkan aparat penegak hukum dari kepolisian di Aceh,” ujar Nurlis.
Sementara itu, untuk menelusuri penyebab kelangkaan BBM, Pemerintah Aceh bersama Dinas ESDM, Disperindag, Biro Perekonomian Setda Aceh dan Polda Aceh melakukan inspeksi mendadak di SPBU Lingke dan SPBU Lambhuk, Banda Aceh.
Dari hasil pemeriksaan, stok BBM di kedua SPBU tersebut masih tersedia dan proses pengisian berjalan normal. Namun, petugas menemukan sejumlah kendaraan menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Selain itu, tim juga mencatat kejanggalan saat melakukan sidak di SPBU Lambhuk.
“Di SPBU Lambhuk ditemukan keanehan. Ketika petugas sampai ke SPBU malah banyak kendaraan kocar-kacir keluar dari antrean. Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam administrasi antrean pengisian konsumen,” kata Nurlis.
Ia memastikan seluruh temuan tersebut telah didata dan akan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah pemeriksaan berikutnya.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di Aceh masih berada dalam kondisi aman. Pertamina juga menjamin pasokan BBM subsidi maupun LPG tabung 3 kilogram masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Nurlis mengatakan hingga kini pemerintah belum menemukan data maupun fakta yang membuktikan adanya praktik permainan atau penyimpangan dalam distribusi BBM maupun semen.
Menurutnya, ketersediaan semen dipengaruhi kapasitas produksi, distribusi, dan kelancaran sistem logistik. Sementara distribusi BBM tetap mengacu pada kebijakan nasional dan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah melalui Pertamina.
Pemerintah Aceh, lanjut Nurlis, terus berkoordinasi dengan Pertamina, produsen semen, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan serta distribusi tetap berjalan lancar.
Selain itu, pengawasan lintas sektor juga akan diperkuat guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi sejak dini.
Pemerintah turut mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan distribusi BBM maupun semen di lapangan.
“Setiap laporan akan menjadi bahan verifikasi dan tindak lanjut bersama instansi terkait,” kata Nurlis.






