Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Aliansi Aneuk Nanggroe mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengevaluasi kinerja seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
Juru Bicara Aliansi Aneuk Nanggroe, Zuhari Alvinda Haris, menilai DPRA lalai menjalankan fungsi pengawasan terhadap Pemerintah Aceh. Menurutnya, legislatif harus memastikan kebijakan dan anggaran pemulihan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.
“DPRA dan Pemerintah Aceh harus fokus dalam menangani pemulihan bencana Aceh. Jangan diam dan membisu atas kesengsaraan rakyat Aceh hari ini yang dilanda bencana,” kata Zuhari, Rabu (12/8/2026).
Aliansi meminta pemulihan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja masyarakat terdampak. Zuhari menilai pemerintah harus mempercepat proses pemulihan karena sebagian warga masih menghadapi kondisi sulit berbulan-bulan setelah bencana.
Selain itu, Aliansi Aneuk Nanggroe meminta aparat memproses pihak-pihak yang diduga melakukan deforestasi apabila terbukti memiliki kaitan dengan bencana banjir dan longsor. Mereka meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada wacana, tetapi ditindak berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Aliansi juga mengingatkan DPRA agar serius mengawasi penggunaan anggaran penanganan dan pemulihan bencana. Menurut Zuhari, setiap dana yang telah disalurkan merupakan tanggung jawab pemerintah dan harus digunakan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kami juga mengultimatum DPRA agar fokus mengawasi perjalanan Pemerintah Aceh dalam menanggulangi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Aliansi Aneuk Nanggroe telah mengirimkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRA pada Selasa (11/8). Zuhari mengatakan pihaknya akan turun ke jalan apabila permohonan tersebut tidak mendapat respons. “Kami akan mempertanyakan secara serius proses pengawasan terhadap anggaran pemulihan bencana dan menuntut hak masyarakat Aceh,” katanya.
