(KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengusulkan relokasi 306 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol ke kawasan yang dinilai lebih aman.
Usulan tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga saat melakukan audiensi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Relokasi diusulkan karena sejumlah warga terdampak membutuhkan hunian tetap (huntap) di lokasi baru yang lebih aman dari ancaman bencana.
Haili mengatakan usulan tersebut mencakup warga Desa Serempah sebanyak 139 KK, Desa Bintang Pepara 112 KK, dan Desa Burlah 55 KK.
“Semua harus by data. Semua masyarakat harus kompak dan mengikuti semua regulasi. Kalau ada relokasi ke satu tempat, harus kompak. Ini sudah kita sampaikan kepada Pak Dirjen untuk Kecamatan Ketol. Mudah-mudahan semuanya dapat diakomodir,” kata Haili.
Dalam pertemuan tersebut, Haili turut memaparkan data kerusakan rumah akibat bencana di Aceh Tengah. Total terdapat 4.195 rumah rusak, terdiri dari 1.496 rumah rusak ringan, 541 rusak sedang, dan 2.158 rusak berat.
Selain mengusulkan relokasi, Pemkab Aceh Tengah juga membahas progres pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak bencana.
Pada 2026, Kementerian PKP telah melaksanakan pembangunan 533 unit huntap di Aceh Tengah. Sementara pada 2027 direncanakan pembangunan 650 unit huntap secara insitu dan 1.505 unit huntap eksitu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Haili menegaskan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan hunian masyarakat terdampak dapat ditangani berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat selalu hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, mengatakan program penanganan kawasan permukiman di Aceh Tengah sebenarnya telah berjalan cukup lama.
Namun, pelaksanaannya menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan anggaran dan lahan.
Meski demikian, dia menyebut perkembangan program saat ini cukup positif. Untuk lokasi yang telah siap, proses lelang tengah dilakukan dan pembangunan akan segera memasuki tahap pelaksanaan.
“Programnya sebenarnya sudah cukup lama di Aceh Tengah. Ada kendala memang dari sisi anggaran dan lahan, tapi sekarang kita juga cukup maju. Kita sedang proses lelang, terutama untuk lokasi yang sudah siap. Lokasi yang terbaru akan disusul,” kata Fitrah.
Fitrah juga meminta Pemkab Aceh Tengah mendukung pelaksanaan program di lapangan agar pembangunan hunian bagi korban bencana dapat berjalan sesuai rencana.
Khusus usulan tambahan relokasi warga Kecamatan Ketol, pemerintah akan melakukan penyesuaian data dengan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Data tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Bappenas dan ketua satuan tugas terkait sebelum usulan pembangunan maupun relokasi ditindaklanjuti.
Penyesuaian data dinilai penting agar pembangunan huntap dan relokasi warga memiliki dasar yang jelas serta sesuai dengan rencana penanganan pascabencana di Aceh Tengah.
