Pacu Ketahanan Energi, PAG Sulap Arun Jadi Hub Energi Global

Jakarta (KANALACEH.COM) – PT Perta Arun Gas (PAG) terus mendorong kawasan Arun Lhokseumawe, Aceh, berkembang dari sekadar terminal Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi Global Integrated Energy Hub.

Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka akses ke pasar energi Asia.

Finance & General Support Director PT Perta Arun Gas, M. Yudi Setiawan, menegaskan posisi strategis Arun yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka serta berdekatan dengan pasar Asia menjadi modal utama perusahaan.

“Arun memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi LNG Hub yang melayani kebutuhan domestik sekaligus pasar regional,” ujar Yudi dalam program Squawk Box segmen Energy Corner di Studio CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9).

Untuk memperluas portofolio bisnis, anak usaha PT Pertamina Gas dan bagian dari Subholding Gas Pertamina ini mengoptimalkan infrastruktur yang ada.

Salah satunya melalui pengoperasian kembali Tangki LNG F-6004 berkapasitas 127.000 m³ yang telah selesai direvitalisasi awal tahun ini.

Infrastruktur tersebut meningkatkan fleksibilitas PAG dalam menerima, menyimpan, dan mengelola kargo LNG volume besar. Di saat bersamaan, fasilitas ini membuka peluang bisnis LNG Hub, reload, hingga re-export.

Saat ini, PAG didukung fasilitas operasional yang mumpuni, mulai dari tiga unit regasifikasi dengan total kapasitas 135 MMSCFD, LNG ISO Tank Filling Station hingga 10 ISO Tank per hari, tangki kondensat berkapasitas 2,12 juta barel, fasilitas LPG, serta layanan Gassing Up & Cooling Down (GUCD) untuk kapal LNG.

Dari sisi kinerja keuangan dan operasional sepanjang 2025, PAG mencatatkan capaian positif. Realisasi regasifikasi menembus 153 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), melalui penerimaan 22 kargo LNG domestik dan volume regasifikasi melebihi 155 BBTUD atau naik sekitar 6 persen.

PAG juga membukukan pendapatan konsolidasi audited sebesar US104,9 juta dan EBITDA US52,08 juta atau 121 persen dari target RKAP. Keandalan operasional perusahaan turut ditopang oleh capaian lebih dari 29 juta jam kerja selamat sejak 2013.

Menatap prospek mendatang, PAG membidik peluang pengembangan breakbulking, LNG bunkering, ISO Tank, GUCD, penyimpanan, hingga reload dan re-export sebagai bagian dari ekosistem LNG Hub yang terintegrasi.

“Target kami adalah menjadikan Arun sebagai bagian penting dari rantai pasok energi, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk kebutuhan energi masa depan,” tutur Yudi.

Yudi menambahkan, bisnis PAG ke depan akan memerlukan lebih banyak tangki untuk memberikan keleluasaan operasional, meski fokus saat ini adalah mengoptimalkan fasilitas eksisting.

Melalui optimalisasi aset dan ekspansi layanan, PAG optimistis kawasan Arun mampu bertransformasi menjadi simpul energi strategis yang menghubungkan kebutuhan domestik dengan pasar energi Asia Tenggara maupun global.

Related posts