Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan di Kasus Wafatnya Mahasiswa Poltekpel Malahayati

Polisi menunjukkan hasil penyelidikan terkait kasus wafatnya Rasya. (Kanal Aceh/Randi)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Satreskrim Polresta Banda Aceh menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Muhammad Rasya Fadilla, calon taruna atau mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh yang meninggal dunia saat ospek.

Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan tidak ditemukan peristiwa pidana terkait kematian Rasya. Kesimpulan tersebut didasarkan pada hasil visum et repertum terhadap jenazah Rasya yang dilakukan oleh dokter forensik Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dan pemeriksaan 23 saksi.

“Petugas tidak menemukan suatu peristiwa pidana atas meninggalnya M. Rasya Fadilla calon taruna Poltekpel Malahayati,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dhiza Fezuono saat jumpa pers, Sabtu (10/10).

Berdasarkan keterangan medis, kata dia, almarhum Rasya didiagnosis mengalami demam berdarah dengue (DBD) berat berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium.

BACA: Mahasiswa Poltekpel Malahayati Meninggal, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Gejala yang dialami antara lain demam naik turun, kurangnya asupan makanan dan cairan, serta munculnya ruam kebiruan pada wajah, tangan, bokong, dan kaki. Kondisi tersebut turut menjadi dasar evaluasi medis yang menyingkirkan dugaan awal alergi obat.

“Hasil laboratorium menunjukkan kondisi kritis, terutama penurunan kadar trombosit yang sangat rendah dan peningkatan jumlah leukosit. Kondisi Rasya juga diperberat oleh gangguan fungsi ginjal,” ucapnya.

Lalu pada hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis dan Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang dialami oleh korban meskipun ditemukan bitnik kehitaman dan kemerahan di area wajah hingga dada korban.

“Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya bercak dan bintik kehitaman serta hitam kemerahan pada area wajah, leher, dada, perut, pinggang, kantung pelir, serta belahan bokong kanan dan kiri, tanpa ditemukannya tanda-tanda kekerasan fisik maupun derik tulang,” ucapnya.

Sebelumnya mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh Besar M Rasya Fadila (18) meninggal dunia di RSUDZA setelah mengalami demam tinggi saat mengikuti Ospek di kampus tersebut, Minggu (27/9).

Related posts