Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kodam Iskandar Muda buka suara soal maraknya warga Aceh yang mengibarkan bendera bulan bintang di saat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pengibaran bendera tersebut sempat memicu adu mulut antara warga dan anggota TNI yang menyampaikan imbauan agar tidak ada bendera bulan bintang saat perayaan maulid.
Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Mustafa Kamal mengatakan, pihaknya tidak melarang masyarakat menggelar perayaan Maulid Nabi maupun kegiatan keagamaan lainnya. Namun, pihaknya mengimbau warga agar tidak mengibarkan bendera Bintang Bulan.
“Kita tidak melarang perayaan Maulid ataupun kegiatan keagamaan. Silakan melaksanakan kegiatan agama, tetapi kami mengimbau agar tidak mengibarkan bendera Bintang Bulan,” kata Mustafa saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, imbauan tersebut tidak diterima oleh sebagian warga sehingga sempat terjadi adu mulut dengan anggota TNI. Meski demikian, menurut dia, situasi tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar.
“Intinya, kami hanya mengimbau. Mungkin masyarakat tidak semuanya terbuka atau menerima imbauan yang disampaikan,” katanya.
Menurut Mustafa, pengibaran bendera Bintang Bulan masih ditemukan di sejumlah tempat di Aceh. Karena itu, ia meminta masyarakat bersama-sama menjaga situasi agar tidak memicu konflik yang dapat mengganggu perdamaian.
Bendera Bintang Bulan, kata dia belum dapat dikibarkan sebelum memperoleh pengesahan sesuai ketentuan perundang-undangan atau persetujuan pemerintah pusat. Menurut dia, persetujuan tersebut hingga kini belum ada.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Aceh, agar bersama-sama menjaga perdamaian dan tetap menjunjung tinggi kegiatan serta kearifan lokal,” katanya.
