Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merancang sejumlah tawaran taktis jangka pendek untuk mengurai kemacetan parah di persimpangan Jembatan Cot Irie.
Kepala Dishub Aceh, Teuku Faisal, menyebut pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk memetakan volume kendaraan sebagai dasar penanganan yang presisi.
“Kita sudah menurunkan tim survei untuk menghitung volume kendaraan yang melintas serta merumuskan berbagai solusi jangka pendek yang bisa dilakukan,” ujar Faisal dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Sebagai intervensi awal, pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas secara manual melalui sistem gilir bagi kendaraan yang melintas maupun berbelok. Langkah untuk menekan konflik antarkendaraan ini dikawal langsung oleh personel gabungan dari Dishub Aceh Besar dan Polsek Krueng Barona Jaya.
Di samping pengaturan arus, pengembalian fungsi Ruang Milik Jalan (Rumija) juga menjadi fokus utama. Pemprov Aceh akan menertibkan bangunan liar dan area parkir yang menyerobot bahu jalan. Penanganan juga mencakup evaluasi posisi tiang listrik di sekitar persimpangan yang selama ini menghambat ruang gerak kendaraan.
Untuk mencegah beban jalan yang berlebih, Dishub Aceh segera memasang rambu pembatasan tonase. Nantinya, kendaraan barang yang melintas di kawasan Cot Irie dibatasi dengan muatan maksimal delapan ton sesuai dengan ketentuan kelas jalan yang berlaku.
Dari sisi infrastruktur darurat, Dinas PUPR bersiap melakukan rekayasa fisik berupa pelebaran pada bagian lengan jalan menuju persimpangan. Penambahan kapasitas tampung ini diharapkan mampu memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kendaraan saat melakukan manuver berbelok.
Faisal menegaskan bahwa seluruh solusi jangka pendek ini ditargetkan berjalan serentak bersama para pemangku kepentingan. Menurutnya, penanganan instan mutlak diperlukan mengingat kemacetan di kawasan tersebut telah memicu kerugian nyata di masyarakat, mulai dari pemborosan waktu tempuh hingga pembengkakan konsumsi BBM.
Sembari merealisasikan jurus taktis tersebut, Pemprov Aceh bersama Forum LLAJ kini juga tengah merampungkan kajian komprehensif guna merumuskan solusi lalu lintas jangka panjang yang permanen dan bebas hambatan di Cot Irie.
