Cegah Macet Parah, Menteri PU Minta Kapasitas Jalan Banda Aceh – Aceh Besar Ditambah

(Dok. KanalAceh)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur jalan yang berorientasi jangka panjang dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan volume kendaraan serta perkembangan wilayah.

Pesan tersebut disampaikan Dody saat meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan di ruas Banda Aceh–Krueng Raya serta Banda Aceh–Blang Bintang, Kota Banda Aceh.

Dody menilai, meski kondisi lalu lintas di lokasi tersebut saat ini masih relatif lancar, kapasitas jalan tetap perlu diantisipasi sejak dini. Sebab, mobilitas masyarakat diperkirakan akan terus meningkat seiring kemajuan wilayah Aceh.

“Jalan ini harusnya dipikirkan bukan untuk hari ini saja, tapi setahun, dua tahun, sampai lima tahun ke depan. Kalau lima tahun ke depan mungkin jalan ini sudah sangat tidak relevan, terutama karena (volume kendaraan) semakin tinggi,” ujar Dody melalui keterangan resminya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan dalam jangka menengah dan panjang, Dody mendorong adanya kajian terhadap optimalisasi ruang jalan. Salah satu langkah teknis yang dapat dipertimbangkan adalah penyesuaian pembatas jalan (median) dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kondisi di lapangan.

Selain itu, opsi penambahan kapasitas lalu lintas seperti pelebaran jalan hingga pembangunan jalan lingkar (ring road) juga perlu disiapkan. Kendati demikian, pelaksanaannya tetap harus memperhitungkan ketersediaan lahan, kondisi kawasan permukiman yang kian berkembang, serta prioritas kebutuhan masyarakat.

Adapun proyek preservasi jalan dan jembatan ruas Banda Aceh–Krueng Raya tersebut dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Proyek yang menelan nilai kontrak sebesar Rp34,61 miliar ini tercatat telah mencapai progres fisik 80,77 persen.

Ruang lingkup penanganan proyek ini mencakup rekonstruksi jalan Lambaro–Blang Bintang sepanjang 0,95 kilometer, rehabilitasi jembatan Krueng Angan sepanjang 82 meter, pemeliharaan berkala jembatan Flyover Simpang Surabaya sepanjang 447,2 meter dan Jembatan Alue Ruyung sepanjang 7 meter, serta pemeliharaan rutin kondisi jalan secara berkelanjutan.

Melalui penanganan preservasi dan perencanaan konektivitas yang responsif terhadap pertumbuhan masa depan, Kementerian PU berkomitmen menjaga kualitas jalan dan jembatan di Aceh guna menopang mobilitas warga serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Related posts