Kerja Sama Jokowi dan Microsoft Ramai Dibicarakan di Twitter

Foto: detik.com

Jakarta (KANAL ACEH.COM) – Salah satu jadwal presiden Joko Widodo di Amerika Serikat kabarnya adalah pertemuan dengan CEO Microsoft, Satya Nadella. Ada agenda apa sebenarnya sehingga Jokowi berencana menemui Nadella?

Sebelum Jokowi berkunjung ke Amerika Serikat, di media sosial seperti Twitter sudah beredar bocoran jadwal pertemuannya dengan Satya Nadella. Jokowi dan beberapa menteri direncanakan bertemu di Computer History Musem yang berlokasi di Mountain View, California.

Dalam bocoran ini, Nadella dan Jokowi disebutkan akan memperbincangkan beberapa topik. Terutama adalah soal upaya meningkatkan literasi digital di dunia pendidikan di Indonesia yang masih terbilang rendah.

Disebutkan bahwa hampir 30 % dari sekolah dasar dan menengah di Indonesia tidak memiliki akses internet. Kemudian 8% bahkan tidak memiliki listrik. Banyak guru dan orang tua tidak melek dunia digital.

Nah rupanya, Microsoft dan persatuan guru Indonesia disebutkan telah menandatangani MoU untuk mengatasi permasalahan tersebut. Microsoft akan menyediakan akses gratis software produktivitas Office 365 pada 3,5 juta guru di Indonesia.

Microsoft juga berencana menambah investasi USD 1 juta untuk melatih guru dan para pembuat kebijakan untuk memanfaatkan teknologi secara maksimum, khususnya di dunia pendidikan. Raksasa teknologi yang didirikan Bill Gates ini juga ingin berkolaborasi menyediakan konektivitas internet pada daerah pedesaan di Indonesia dengan teknologi TV White Space.

“Microsoft telah bekerja dengan pemerintah Indonesia, USAID dan mitra industri untuk mengekslorasi teknologi nirkabel baru seperti TV White Spaces untuk menyediakan akses broadband yang terjangkau di pedesaan,” demikan tertera dalam bocoran itu.

Belum jelas bocoran ini benar ataukah tidak. Yang pasti netizen yang membacanya terbelah pendapatnya. Ada yang setuju, ada pula yang menentang kerja sama antara pemerintah dengan Microsoft tersebut. Pastinya, Jokowi sudah membatalkan beberapa pertemuannya di Silicon Valley karena pulang ke Indonesia memantau penanganan bencana asap.

[metaslider id=3773]

(Sumber: detik.com)

Komentar Facebook
Ads