Putra Aceh di balik Keberhasilan Obama dan Jokowi Menjadi Presiden

  • Whatsapp
Putra Aceh di balik Keberhasilan Obama dan Jokowi Menjadi Presiden
Adryan Fitra (image: jawapos.com)

JAKARTA: Selama ini orang menyangka, kesuksesan Obama menjadi orang nomor satu di Negeri Paman Sam berkat kehebatan timses dari partainya. Padahal justru hasil kerja keras anak Aceh.

Memang, sosoknya tidak banyak dikenal. Sebab, ia lebih suka berada di belakang layar. Tapi, berkat kerja belakang layar itulah, ia menjadi kunci sukses Barack Obama dan Joko Widodo tampil di ajang pilpres.

Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sukses sebagai presiden dan wakil presiden tak lepas dari kerja kerasnya.

Masih cukup hangat di telinga kita, sebelum pasangan ini terpilih, kampanye hitam untuk menyerang Jokowi selalu menjadi santapan publik setiap hari. Isu agama dan etnis terkesan paling mencuat kala itu.

Merasa mulai terusik dengan black campain itu, para tim relawan Jokowi-JK pun segera bergerak. Berbagai media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Path menjadi sarana yang dimanfaatkannya.

Sejak saat itu, berbagai informasi terkait eksistensi dan kiprah Jokowi-JK meramaikan jagat medsos. Forum-forum diskusi terasa ramai. Tentu tujuannya untuk menangkis kampanye hitam yang diarahkan ke Jokowi-JK.

Tapi, tahukah Anda, tangan siapa yang begitu lincah menari-nari di atas keyboard komputer bersama kawan setianya si Mouse?

Sosok itu bernama Adryan Fitra, seorang pemuda yang berasal dari Serambi Mekkah, Banda Aceh. Dialah satu-satunya digital campaigner tim sukses Jokowi-JK.

Rupanya, pekerjaan Adryan terkesan mudah. Dia hanya mengumpulkan fakta tentang Jokowi.’’Setelah saya dapatkan fakta-fakta tersebut langsung dari pak Jokowi, saya berikan ke relawan. Fakta itulah yang disebar di berbagai media sosial,’’ jelas Adryan yang pernah menjadi bagian dari Google Singapura ini.

Awal mula masuk menjadi timses Jokowi sebagai digital campaigner, ketika ia ikut di barisan tim sukses Presiden Barack Obama.

Ketika itu, Adryan dihubungi tim sukses calon wakil presiden RI Hatta Rajasa, untuk menjdi bagian pemenangan Prabowo-Hatta.

Tapi, keinginan Hatta meng-hire dirinya jutru kurang direspon timsesnya. Setelah kembali ke Indonesia, ternyata tim Pak Hatta lebih memilih cara kovensional dalam berkampanye. Dia pun tidak jadi bergabing dengan timses Hatta.

Diapun memilih aktif di dunia bisnis. Ketika berada di Melbourne, Australia, untuk berbisnis, bekas drumer band Mulan Jameela ini dihubungi timses Jokowi-JK.

Timses Jokowi ingin ia menjadi digital personal adviser. Tawaran itupun disanggupinya.

Tugasnya hanya ngobrol dengan Jokowi setiap pagi dari pukul 05.30 sampai 08.00. Setelah itu ikut berkampanye dengan Jokowi.

Selama satu bulan lebih, tidak kurang dari 55 kota yang dikunjunginya bersama Jokowi untuk berkampanye.

Setiap harinya, sebelum berangkat mendampingi Jokowi, Adryan berkutat dengan 20 unit komputer di kamar pribadinya.

Tujuannya untuk mendeteksi isu terpanas dan komentar yang muncul di seluruh dunia.

Melalui tools yang diciptakannya, ia dapatkan beragam informasi terkait dunia luar. Informasi itu pun disampaikan kepada Jokowi untuk dijadikan bahan kampanye.

Salah satu pekerjaan yang dilaoninya ketika itu adalah menangkis seyiap kampanye hitam yang diarahkan kepada Jokowi-JK. Apalgi tools buatannya itu pun sanggup mendeteksi percakapan soal kampanye hitam.

Setiap informasi soal kampanye hitam, dia infokan kembali ke wartawan. “Wartawan bisa tanya langsung ke bapak, agar bisa mendapat jawaban langsung dari bapak,’’ ungkapnya.

Selama mendampigi Jokowi berkampanye, yang paling ia deteksi adalah isu kampanye terkit agama dan kewarganegaraan Jokowi.

Kala itu, untuk meengkapi informasinya, ia juga kerap berinteraksi dengan keluarga Jokowi, termasuk sang ibu.

Fakta-fakta yang dikumpulkannya tersebut, langsung dibroadcast kepada ribuan relawan Jokowi di seluruh Indonesia melalui BBM.

Adryan mengaku seluruh kebutuhannya selama mendampingi pasangan tersebut ditanggung tim sukses.

Selepas tidak lagi mendampingi Jokowi, kini ia kembali fokus menjalankan bisnis onlinenya.

Padahal, Adryan sempat mendapat tawaran menjadi staf ahli di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, ia memilih berwirausaha dan mengembangkan bisnisnya.

Sebab, dengan menjadi digital entrepreneuer, incomenya jauh lebih besar. Untuk satu bulan, ia mampu meraup uang sebanyak Rp 2 miliar hingga Rp 15 miliar.

Sekarang, Adryan memiliki 11 vila dan 38 resor di Garut, Jawa Barat. Dia juga mewmiliki 55 showroom mobil. (Sht)

Sumber: DJ,Japos, Forkum

Related posts