Zumi Zola marah saat sidak, Kemendagri kritik soal etika

Gubernur Jambi. Zumi Zola saat sidak ke RSUD Raden Mattaher, Jambi, Sabtu (21/1). (Detik)
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM) – Gubernur Jambi Zumi Zola memarahi pegawai saat melakukan sidak ke RSUD Raden Mattaher, Jambi.

Ia bahkan sampai menggebrak meja dan menendang bak sampah. Tindakan Zumi Zola itu dinilai Kemendagri masuk ke ranah etika pemimpin yang harus ada batasannya.

“Sebenarnya apa yang dilakukan Zumi Zola itu lebih kepada etika pemimpin. Mungkin maksudnya bagus. Namanya seperti orangtua kepada anak kadang dikerasin. Tapi ada batas-batasnya,” kata Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Sumarsono, Minggu (22/1).

Ads

Batasan-batasan yang dimaksud Sumarsono yakni berkaitan dengan norma yang berlaku di wilayah tersebut.

Jika yang dilakukan Zumi Zola tersebut sudah melampaui norma, maka itu mencoreng etikanya sebagai seorang pemimpin.

“Batas-batas inilah yang mengetahui adalah norma setempat. Norma itu lah yang kemudian dari seorang pemimpin, yang membatasi. Mana yang layak dan mana yang tidak layak. Kalau nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat itu mengatakan tidak layak, seharusnya tidak dilakukan,” jelas Sumarsono.

Dalam sidak yang dilakukan pada Jumat (20/1) pukul 01.00 WIB, Zola mengecek para dokter dan perawat yang bertugas malam di rumah sakit.

Begitu ia tiba di gedung perawatan kelas III, ia mendapati tempat perawat dan dokter berjaga kosong.

Ia langsung menggedor pintu kamaar yang ada di meja penjagaan. Begitu masuk ke dalam kamar tersebut, Zola mendapati para perawat dan dokter sedang terlelap tidur.

Zola pun berteriak membangunkan mereka dan menyuruhnya keluar. Para perawat dan dokter ini berbaris di ruang jaga dan Zumi Zola memarahi mereka.

Dia melanjutkan sidaknya ke gedung perawatan Jantung. Di sana, ruang jaga juga kosong. Zola hendak masuk ke kamar di belakang ruang jaga, tapi tidak bisa karena pintu kamar dikunci dari dalam. Berkali-kali digedor, akhirnya pintu dibuka.

Begitu masuk, Zola menyaksikan para perawat dan dokter yang terbangun dan terkaget-kaget melihat kehadiran dirinya.

Zumi Zola mengaku mendapatkan pengaduan dari warga yang mengeluhkan pelayanan para perawat dan dokter rumah sakit.

“Ada yang mengadu ke saya, di waktu malam jam 12 ke atas, jika infus habis atau kondisi pasien memburuk, perawat dan dokter rumah sakit ini tidak ada di tempat. Setelah saya cek, ternyata para perawat dan dokter sedang tidur di dalam kamar. Apalagi ada yang kamarnya dikunci dari dalam. Lalu jika terjadi sesuatu pada pasien bagaimana? Ini tidak boleh,” ungkap Zola.

Zola mengaku akan memberi sanksi kepada para perawat dan dokter yang ketahuan terlelap tidur saat didatangi.

“Yang pegawai negeri, termasuk dokternya, akan dipindah dari rumah sakit. Yang honorer, akan menyusul diberhentikan. Baru-baru ini kan kami sudah memberhentikan 59 honorer, mereka yang tidur akan menyusul,” kata Zola. [Detik]

Ads