KH Ma’ruf Amin dituding beri keterangan palsu, Ahok minta maaf

  • Whatsapp
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Liputan6)

Jakarta (KANALACEH.COM) – Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin.

Ia juga tidak akan melaporkan KH Ma’ruf Amin ke polisi karena dituding memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi dalam sidang penistaan agama.

Kisruh antara Ahok dan KH Ma’aruf Amin terus menuai gelombang protes. Sikap Ahok yang dianggap tak menghormati itu dinilai sudah berlebihan dan bisa memicu kemarahan sejumlah pihak.

Dalam permohonan maafnya, Ahok menyampaikan kalau ia menghormati Ma’aruf Amin sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur dan Gus Mus.

Dengan permohonan maaf ini, Ahok berharap dapat menjernihkan persoalan yang ada. Selain itu, dia juga berharap agar pihak-pihak lainnya tidak memperkeruh suasana.

Berikut klarifikasi dan permohonan maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/2):
Bahwa saya ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan, saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya. Untuk itu saya ingin menyampaikan klarifikasi beberapa hal di bawah ini:

1. Saya memastikan bahwa saya tidak akan melaporkan KH Ma’ruf Amin ke polisi, kalau pun ada saksi yang dilaporkan mereka adalah saksi pelapor, sedangkan Kyai Ma’ruf bukan saksi pelapor, beliau seperti saksi dari KPUD yang tidak mungkin dilaporkan.

2. Saya meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti.

3. Terkait informasi telepon Bapak SBY ke Kiai Ma’ruf tanggal 7 Oktober adalah urusan Penasehat Hukum saya. Saya hanya disodorkan berita Liputan6.com tanggal 7 Oktober, bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Ma’ruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada Penasehat Hukum saya.

Demikian klarifikasi saya sampaikan, saya berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persoalan dan saya juga berharap agar pihak-pihak lainnya tidak memperkeruh suasana.

Jakarta, 1 Februari 2017
Basuki Tjahaja Purnama. [Viva]

Related posts